Tak Lagi Menahan Diri, Iran Luncurkan Serangan Besar ke Basis AS
- Xpert.Digital
Siap – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Republik Islam Iran kembali memasuki fase yang lebih berbahaya setelah kesepakatan gencatan senjata yang sempat tercapai bulan lalu dinyatakan berakhir.
Eskalasi terbaru ditandai dengan aksi saling serang yang kini meluas ke sejumlah negara di kawasan Teluk dan jalur strategis Selat Hormuz.
Berdasarkan berbagai laporan, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) kembali melancarkan rangkaian serangan udara yang menyasar sejumlah fasilitas strategis milik Iran.
Operasi tersebut melibatkan jet tempur, pesawat nirawak (drone), hingga kapal perang yang menyerang kawasan pesisir selatan Iran, pusat komando militer, pangkalan rudal, sistem pertahanan udara, serta infrastruktur penting seperti jembatan dan bandara.
Media lokal Press TV melaporkan serangan itu turut berdampak pada kawasan di sekitar rumah sakit kanker anak di Iran dan menyebabkan puluhan warga sipil tewas sepanjang Juli.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk yang berada di Bahrain, Qatar, Suriah, dan Yordania.
Selain itu, Republik Islam juga meluncurkan rudal yang diklaim menghantam aset militer maupun wilayah negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk, seperti Kuwait dan Bahrain.
Konfrontasi kemudian merembet ke kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Amerika Serikat mengerahkan dua kapal induk beserta 22 kapal perang untuk memperketat blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebagai respons, Teheran dilaporkan menyerang kapal-kapal komersial internasional yang melintas di Selat Hormuz.
Pemerintah Iran juga kembali menyampaikan ancaman akan menghentikan pasokan minyak dunia apabila tekanan terhadap kedaulatan negaranya terus berlanjut dengan mengusung slogan "minyak untuk semua atau tidak sama sekali".
Situasi tersebut mendorong Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa stabilitas ekonomi global berada dalam ancaman serius.
Pejabat tinggi Iran menegaskan saat ini tidak ada ruang bagi proses negosiasi karena negara tersebut sedang menghadapi apa yang mereka sebut sebagai "perang eksistensial" melawan blok Barat.