Komplotan Pencuri Kendaraan Niaga Berakhir di Tangan Polisi, Modusnya Bikin Kaget

Pengungkapan kasus pencurian kendaraan niaga oleh Polsek Tajurhalang, Jum'at (17/07/2026).
Sumber :
  • siap.viva

Siap – Jajaran Polsek Tajurhalang berhasil membongkar komplotan spesialis pencuri kendaraan niaga yang diduga telah berulang kali beraksi di wilayah Kabupaten Bogor.

img_title Polda Kalbar Bekuk 4 Pelaku Pencuri BTS Telekomunikasi Beraksi di 22 TKP

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menemukan sebuah perangkat elektronik menyerupai USB yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk mengganggu sinyal GPS kendaraan curian agar tidak mudah dilacak.

Kapolsek Tajurhalang Iptu Raden Suwito menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari penyelidikan atas dua laporan pencurian kendaraan niaga yang terjadi di Desa Tajurhalang dan Desa Kalisuren.

img_title Korban Meningkat, Polri Ingatkan Masyarakat Tidak Terjebak 'Love Scamming'

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan empat orang tersangka yang memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksi pencurian.

R berperan sebagai eksekutor dan merupakan residivis. I dan M bertugas memantau situasi sebelum aksi dilakukan, sedangkan G menerima kendaraan hasil curian dan menghilangkan ciri-ciri kendaraan tersebut.

img_title Polsek Bojonggede Bikin Tamat Aksi Komplotan Maling Pikap yang Beraksi di 11 Lokasi, Penadah Masih Diburu

Kasus pertama terjadi pada 24 Juni 2026 sekitar pukul 05.30 WIB dengan sasaran sebuah mobil pikap yang terparkir di Desa Tajurhalang.

Sementara aksi kedua berlangsung pada 21 Juni 2026 di Desa Kalisuren dengan target sebuah truk Mitsubishi.

"Kendaraan yang dicuri merupakan truk Mitsubishi," katanya kepada wartawan dikutip Jum'at, 17 Juli 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku melakukan aksi pencurian karena alasan ekonomi.

"Motifnya sama, untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah melakukan pencurian," ungkapnya.

Dalam pengungkapan perkara ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa kunci letter T, tang, kunci gembok berukuran besar, hingga sebuah perangkat elektronik yang bentuknya menyerupai USB.

Perangkat tersebut menjadi barang bukti yang paling menarik perhatian karena diduga digunakan untuk menghambat sistem pelacakan kendaraan.

"Nah yang cukup unik adalah alat menyerupai USB. Menurut pengakuan pelaku, alat itu digunakan untuk membuyarkan sinyal GPS kendaraan," bebernya.

Kapolsek menjelaskan, perangkat tersebut dipasang ke soket lighter kendaraan sesaat setelah pelaku berhasil membobol mobil dan menghidupkan mesin.

"Setelah kendaraan berhasil dihidupkan, alat itu langsung dipasang ke soket lighter," ucapnya.

Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap jaringan penadah yang diduga menerima kendaraan hasil curian.

Polisi juga masih menelusuri lokasi penjualan kendaraan serta nilai transaksi yang diterima para pelaku.

Halaman Selanjutnya
img_title