Trump Klaim Kepung Iran dari Laut dan Udara, Benarkah Teheran Mulai Terdesak?

Potret ilustrasi Donald Trump
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus memasuki fase yang semakin intens.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Washington mengklaim mulai menguasai jalannya operasi militer setelah melancarkan serangan udara beruntun.

Sekaligus memperketat pengawasan di jalur laut strategis yang menjadi urat nadi perdagangan Iran.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Amerika Serikat menilai kombinasi operasi udara dan strategi maritim yang diterapkan mampu memperkuat posisi mereka beserta para sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah upaya membatasi akses keluar masuk pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Strategi tersebut diperkuat dengan rangkaian operasi militer bersama Israel yang terus berlangsung, sehingga meningkatkan tekanan terhadap Teheran dari berbagai arah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan operasi militer tersebut dalam pidatonya pada Jumat.

"Kami menang di Iran," kata Donald Trump dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 17 Juli 2026.

"Anda akan melihat hasil kerja keras itu dalam waktu yang sangat, sangat dekat," tambahnya.

Sementara itu, hingga Jumat malam, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) kembali melancarkan gelombang serangan udara terbaru ke wilayah Iran.

Operasi tersebut menandai hari keenam berturut-turut berlangsungnya serangan udara yang dimulai sekitar pukul 19.00 GMT.

Meski demikian, militer AS belum mengungkap lokasi pasti sasaran pengeboman, jumlah korban, maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan dalam operasi tersebut.

Identitas satuan militer yang terlibat di garis depan juga masih dirahasiakan sebagai bagian dari keamanan operasi.

Pentagon menyatakan akan menyampaikan laporan lebih rinci mengenai hasil operasi pada malam keenam setelah proses evaluasi selesai dilakukan.

Di sisi lain, pergerakan armada laut Amerika Serikat juga menunjukkan perubahan strategi yang lebih terarah.

Militer AS memilih tidak memberikan pengawalan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu pusat distribusi minyak dunia.

Berdasarkan arahan dari Gedung Putih, prioritas utama armada laut saat ini difokuskan pada pembatasan aktivitas pelabuhan-pelabuhan Iran.

Strategi tersebut bertujuan mengganggu distribusi logistik sekaligus menekan sumber pendapatan yang menjadi penopang utama aktivitas Iran.

Rangkaian operasi militer ini merupakan bagian dari eskalasi panjang konflik geopolitik antara poros Washington dan Tel Aviv dengan Teheran yang terus memanas.

Halaman Selanjutnya
img_title