Terus Digempur AS, Iran : Blokir Selat Hormuz Harga Mati!! Dunia Terancam Krisis Energi?
- Istimewa
Siap –Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Iran memilih memperpanjang pemblokiran Selat Hormuz demi memaksa Amerika Serikat tunduk pada proposal perdamaian Teheran.
Ketegangan baru ini mengancam stabilitas pasokan energi dunia dan memperparah krisis geopolitik global.
Penutupan jalur maritim strategis ini menjadi senjata utama Iran melawan gempuran udara Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM).
Posisi keras tersebut menegaskan bahwa gertakan senjata Washington tidak lagi efektif meredam perlawanan Teheran.
Akibatnya, pasar energi global mulai bergejolak mengingat hampir seperlima konsumsi minyak dunia melewati jalur ini.
Dunia kini menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat macetnya arus logistik di Alur Laut Kepulauan yang sangat vital tersebut.
Iran bersikeras tidak akan membuka blokade sebelum kedaulatan penuh mereka atas selat itu diakui internasional.
Kontrol penuh terhadap wilayah perairan tersebut wajib berada di bawah kekuasaan mutlak militer Iran.
Kepatuhan total Gedung Putih terhadap kesepakatan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Mohammad Akrami-Nia menegaskan kedaulatan mutlak negaranya atas gerbang maritim tersebut.
"Kendali atas selat itu harus berada di bawah otoritas Iran sebelum dapat dibuka kembali," ujarnya.
Militer Teheran mendesak Washington untuk segera menyudahi seluruh operasi tempur agresif di Timur Tengah.
Amerika Serikat juga dituntut menghormati regulasi sepihak yang diterapkan Iran di kawasan tersebut.
Pihak Angkatan Darat Iran memastikan bahwa diplomasi senjata yang dipraktikkan Pentagon akan berakhir sia-sia.
Tekanan fisik lewat bom dan rudal diklaim tidak akan bisa menggoyahkan keputusan strategis negara.
Mohammad Akrami-Nia memastikan bahwa intimidasi bersenjata dari pihak asing tidak akan mengubah keputusan Teheran.
"Aksi militer AS yang terus berlanjut tidak akan memaksa Iran untuk membuka kembali jalur perairan tersebut," tegasnya.
Pernyataan keras ini keluar setelah rentetan ledakan besar mengguncang sejumlah kota penting di wilayah Iran.
CENTCOM mengakui telah meluncurkan paket serangan udara baru untuk melemahkan sistem pertahanan udara musuh.
Pentagon berdalih bombardir tersebut bertujuan menghancurkan instalasi militer Iran yang mengancam keselamatan kapal dagang.