Klaim Berhasil "Gembok" Selat Hormuz, Trump Sesumbar : Kemenangan atas Iran Sudah Sangat Dekat!!
- Istimewa
Siap –Ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran terus bergejolak, bahkan AS kini merasa di atas angin dalam konflik militer melawan Iran.
Kombinasi gempuran udara berkelanjutan dan blokade maritim yang agresif diklaim telah membuat posisi pertahanan Washington dan sekutunya semakin solid di Timur Tengah.
Taktik melumpuhkan urat nadi perdagangan laut ini terbukti menjadi senjata mematikan.
Angkatan Laut AS secara agresif memutus akses keluar masuk pelabuhan utama Iran.
Langkah tajam ini diperkuat oleh serangan militer gabungan bersama Israel yang dilakukan secara beruntun, menciptakan tekanan ganda yang menyudutkan Teheran.
Presiden Donald Trump menyambut antusias perkembangan operasi militer ini dalam pidato terbarunya pada hari Jumat.
"Kami menang di Iran," kata Donald Trump dikutip dari Al Jazeera, Jumat (17/7/2026) pagi WIB.
"Anda akan melihat hasil kerja keras itu dalam waktu yang sangat, sangat dekat," tambahnya. Hingga Jumat malam, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) kembali meluncurkan gelombang serangan udara terbaru yang mematikan.
Operasi udara intensif ini resmi memasuki hari keenam berturut-turut pada pukul 19:00 GMT.
Meskipun demikian, pihak militer AS belum merilis rincian pasti mengenai titik koordinat target pengeboman, jumlah korban jiwa, maupun tingkat kerusakan fasilitas di wilayah Iran.
Unit spesifik yang bertempur di garis depan juga masih dirahasiakan ketat demi keamanan operasi.
Namun, Pentagon berjanji segera merilis laporan lengkap terkait misi malam keenam tersebut kepada publik.
Di sektor perairan, manuver armada laut Amerika Serikat menunjukkan strategi yang sangat terfokus dan penuh perhitungan.
Militer Amerika secara tegas menolak memberikan pengawalan bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz salah satu jalur logistik minyak paling vital di dunia.
Perintah langsung dari Gedung Putih menegaskan bahwa fokus utama armada laut saat ini adalah mengunci pelabuhan-pelabuhan Iran.
Isolasi jalur perairan strategis ini sengaja dirancang untuk menghancurkan pergerakan logistik serta memotong sumber pendanaan utama lawan secara drastis.
Eskalasi militer ini merupakan buntut panjang dari perselisihan geopolitik antara poros Washington-Tel Aviv melawan Teheran yang terus mendidih di Timur Tengah.