Situasi Memanas! Gempuran AS ke Iran "Makin Gila", Korban Jiwa Mulai Berjatuhan?
- siap.viva/AI
Siap –Gempuran militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Iran semakin membara.
Pada Kamis (16/7) malam, serangan udara mematikan menghantam sejumlah infrastruktur vital di Kota Bandar Abbas, Iran selatan, yang terletak dekat jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Bandara, jembatan, hingga jaringan transportasi kereta api menjadi sasaran utama rudal-rudal AS dalam operasi udara terbaru ini.
Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan terdengar tiga ledakan keras di sekitar bandara setempat, dengan setidaknya satu proyektil AS dikonfirmasi menghantam Bandara Iranshahr.
Serangan ini juga melumpuhkan jalur transportasi logistik darat Iran secara signifikan.
"Beberapa menit yang lalu, Stasiun Persimpangan Kereta Api Bandar Abbas juga menjadi sasaran musuh Amerika. Menurut laporan ini, dua warga Iran terluka dalam serangan itu," lapor media Iran Mehr di Telegram, dikutip AFP.
Selain menyasar jaringan kereta api, laporan resmi pemerintah setempat juga menyebutkan adanya serangan udara yang menghancurkan dua jembatan utama di Provinsi Hormozgan.
Serangan di wilayah tersebut dilaporkan telah menewaskan dua orang dan menyebabkan empat lainnya luka-luka.
Operasi 6 Hari Berturut-Turut dari CENTCOM
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka meluncurkan gelombang serangan baru pada Kamis malam.
Operasi ini diklaim bertujuan untuk melumpuhkan dan melemahkan kemampuan militer Iran secara bertahap.
Hingga saat ini, tercatat AS telah meluncurkan serangan udara selama enam hari berturut-turut ke wilayah Iran.
Ketegangan kian memuncak setelah TV pemerintah Iran melaporkan adanya dua ledakan di Kota Bushehr lokasi satu-satunya pembangkit nuklir sipil milik Iran.
Pihak Teheran mengecam keras insiden di Bushehr tersebut sebagai "kelanjutan agresi musuh Amerika", bersamaan dengan serangkaian ledakan misterius yang belum diketahui pelakunya di Bandar Abbas.
Aksi Saling Balas dan Ancaman Donald Trump Sebagai respons cepat, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) langsung meluncurkan rudal balistik ke pangkalan udara AS yang berada di Yordania.
Langkah agresif IRGC ini diklaim sebagai aksi balasan atas serangan udara AS sebelumnya yang menghantam area dekat sebuah rumah sakit kanker anak di dekat wilayah Ahvaz.