Jebolan SMA Kesatuan Bangsa Ini Cetak Sejarah Dikancah Internasional
- Istimewa
Siap – SMA Kesatuan Bangsa kembali menorehkan prestasi gemilang dikancah internasional.
Kali ini, kebanggan itu dipersembahkan oleh Gusti Komang Abhika Atmaja, saat dirinya masih berstatus siswa di sekolah tersebut.
Ia berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia dalam ajang International Physics Olympiad atau IPhO 2026 yang digelar di Bucaramanga, Kolombia, pada 4–14 Juli 2026.
Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena menjadi bukti peningkatan pencapaian Abhika di kompetisi fisika paling bergengsi di dunia.
Pada IPhO 2025 di Prancis, siswa yang baru lulus dari SMA Kesatuan Bangsa pada Mei 2026 itu meraih Honorable Mention.
Kepala SMA Kesatuan Bangsa, Husen Abdillah, mengatakan keberhasilan Abhika menjadi kebanggaan besar bagi sekolah sekaligus Indonesia.
"Medali perak tersebut juga menjadi buah dari proses pembinaan, seleksi, dan latihan panjang yang dijalani Abhika bersama Tim Olimpiade Fisika Indonesia," katanya pada Kamis, 16 Juli 2026?
Secara keseluruhan, Tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil membawa pulang lima medali dari IPhO 2026.
Perolehan tersebut terdiri atas satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
Medali emas diraih Evan Syatia To dari SMA BPK Penabur Gading Serpong.
Dua medali perak dipersembahkan Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa dan Ackhava Adam Malonda dari SMA Wardaya.
Sementara itu, medali perunggu diraih Arrow Dunatos Pascha Kristian dari SMA Negeri Unggulan MH Thamrin dan Juan Richie dari SMA Kristen Immanuel.
SMA Kesatuan Bangsa
- Istimewa
Lolos dari Seleksi Panjang
Perjalanan Abhika menuju IPhO 2026 tidak berlangsung singkat. Ia mengamankan tiket ke putaran final setelah menjadi absolute winner dalam Olimpiade Siswa Nasional bidang Fisika pada 2025.
Setelah itu, Abhika harus menjalani rangkaian seleksi Tim Olimpiade Fisika Indonesia yang berada di bawah tanggung jawab Yayasan Simetri.
Proses seleksi dimulai pada Desember 2025 melalui sejumlah tes tertulis, pelatihan awal, hingga seleksi tahap akhir.
Dari rangkaian tersebut, terpilih lima siswa terbaik untuk mewakili Indonesia.
Mereka kemudian mengikuti pelatihan intensif bersama para instruktur senior yang berpengalaman di bidang olimpiade fisika.
Sebelum tampil di Kolombia, Abhika dan tim juga mengikuti Asian Physics Olympiad atau APhO di Busan, Korea Selatan.