Iran Kembali Gempur Markas AS dengan Operasi Nasr 2, Sekutu Washington Auto Kicep

Iran kembali serang basis militer AS di kawasan Teluk
Sumber :
  • Tasnim News

Mereka mengira Iran akan langsung runtuh. Hanya dengan serangan udara dan gertakan di media sosial. 

img_title Iran Tangkap Kapal Selam Nirawak Canggih AS di Selat Hormuz, IRGC: Kembalilah ke 'Teluk Babi'

Tidak adanya aparatur keamanan yang ketat untuk mengoreksi asumsi keliru itu membuat kebijakan Washington terus menyimpang dari kenyataan.

Sementara itu, dimensi diplomatik memburuk setelah gencatan senjata 60 hari pada Juni 2026 resmi runtuh akibat serangan setiap malam. 

img_title Ini Syarat Mutlak Teheran Jika AS Ingin Situasi Kembai Normal, Iran Melunak?

Kegagalan ini dipicu oleh jalan buntu terkait masa depan program nuklir Iran.

Direktur studi Iran dari Stanford University, Abbas Milani menilai Washington mengirim tim negosiator yang tidak memahami sejarah rumit Timur Tengah.

img_title Selat Hormuz Jadi Medan Strategis, Iran Mulai Membatasi Ruang Gerak Negara Pendukung AS

Akibatnya, pendekatan AS menjadi tidak konsisten dan berubah-ubah. 

Pada Juni 2026, Trump memang memuji negosiator Iran sebagai pihak yang rasional dan pintar. 

Namun sikap itu berubah total menjadi sebutan tidak rasional pada Juli 2026. 

Di lain sisi, data operasional yang dirilis Mehr News Agency menunjukkan bukti ketangguhan Iran.

Melalui perang 40 hari terakhir, sistem pertahanan dan komando Iran membuktikan efektivitas kinerjanya. 

Struktur nasional Republik Islam tidak mengalami kelumpuhan karena didukung oleh kemampuan adaptasi yang cepat dan kontinuitas komando. 

Ketahanan operasional ini membuat jaringan logistik militer mereka tetap berfungsi secara mandiri.

Mereka tetap mampu mengontrol wilayah perairan strategis dan membatasi efektivitas blokade laut AS. 

Akibatnya, target utama Washington untuk mengubah perilaku strategi Teheran gagal total.

Sebaliknya, AS harus menanggung peningkatan biaya militer dan penurunan kredibilitas di tingkat regional. Itulah perkembangan terbaru perang Iran versus AS.