Iran Kembali Gempur Markas AS dengan Operasi Nasr 2, Sekutu Washington Auto Kicep
- Tasnim News
Siap – Republik Islam Iran kembali melancarkan Operasi Nasr 2 (Kemenangan 2) ke markas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Adapun sasaran atau target serangan tersebut adalah basis militer AS di Kuwait. Iran meluncurkan agresi gabungan rudal dan drone ke lokasi itu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
"Dalam gelombang kedelapan operasi pembalasan "Nasr-2" (Kemenangan-2), Angkatan Laut dan Angkatan Dirgantara IRGC melancarkan operasi gabungan rudal dan drone pada pagi hari ini," bunyi keterangan yang dikutip pada Kamis, 16 Juli 2026.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, Operasi Nasr 2 menargetkan dan menghancurkan radar peringatan dini sistem C-RAM di Pangkalan Udara Ali al-Salem, Kuwait.
Kemudian, serangan ini juga menghancurkan titik kumpul tentara AS tersebut.
Rudal Qader Iran serang pangkalan militer Amerika Serikat
- Istimewa
IRGC menegaskan, pembalasan itu merupakan tanggapan atas serangan Washington tadi malam terhadap lokasi-lokasi di sepanjang pesisir selatan Republik Islam.
"Sekali lagi, kami mengingatkan rakyat Kuwait yang mulia bahwa kejahatan-kejahatan ini dilakukan oleh AS dengan menggunakan wilayah Anda untuk melawan Iran yang Muslim," tegas pernyataan itu.
"Kami berharap Anda, saudara-saudari Muslim, membersihkan negara Anda dari para agresor dan, dengan menunaikan kewajiban Islam Anda, menjaga kehormatan serta martabat sejarah Anda," sambungnya.
Menurut Teheran, AS telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap wilayah Republik Islam sejak 7 April 2026.
Itu terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak di tengah gelombang terbaru agresi besar-besaran Amerika-Israel yang menargetkan Republik Islam.
Pelanggaran terus terjadi bahkan setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan bulan lalu, yang pasal pertamanya secara tegas mengamanatkan penghentian agresi di semua lini.
AS juga berupaya membantu kapal-kapal menghindari jalur maritim yang ditetapkan oleh Republik Islam untuk pelayaran yang aman dan legal melalui Selat Hormuz.
AS melakukannya dengan cara mengawal kapal-kapal yang melanggar aturan tersebut melalui jalur pelayaran ilegal.
"Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan tindakan balasan yang tegas terhadap setiap pelanggaran, termasuk tindakan yang mendukung pergerakan kapal secara ilegal di Selat Hormuz."