6 Kesalahan Fatal yang Bikin AS Babak Belur Hadapi Iran: Kesombongan Trump Berbuah Petaka
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Siap – Amerika Serikat kembali dibuat tak berdaya menghadapi perang terbuka melawan Republik Islam Iran.
Ada enam kesalahan fatas AS yang membuat negara Adidaya itu seoalah kehilangan taringnya di mata dunia.
Lantas apa saja enam kesalahan fatal Washington hingga dibuat tak berdaya dalam menghadapi agresi militer yang dilancarkan Teheran?
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengira bisa merobohkan Iran dalam waktu 4 minggu.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Gedung Putih malah terjebak di minggu ke-20 tanpa strategi yang jelas dalam menghadapi ketegasan Teheran.
Yap, jika AS terbiasa mendikte negara lain, tapi kali ini Washington benar-benar babak belur akibat meremehkan lawan.
Potret ilustrasi
- Istimewa
Inilah Enam kesalahan kalkulasi fatal yang mengubah gertakan Amerika menjadi petaka bagi reputasi mereka sendiri.
Enam Kesalahan AS
Saat Trump terombang ambing mengubah kebijakan dalam 24 jam, Teheran justru terbukti masih terlalu perkasa untuk didominasi Washington.
Melansir Bloomberg News, kebuntuhan militer AS di Timur Tengah berakar dari kesalahan fatal di tingkat pengambilan keputusan.
Laporan itu merinci enam kesalahan perhitungan mendasar yang menghancurkan rencana operasi militer AS sejak awal.
Kesalahan pertama adalah ilusi tentang perang singkat.
Pembuat kebijakan di Washington berasumsi serangan udara berat akan langsung melumpuhkan Iran dalam hitungan minggu.
Namun pada praktiknya, Republik Islam tersebut dengan cepat membangun kembali jaringan komando militernya.
Teheran berhasil menyerat AS ke dalam perang atrisi yang berbiaya sangat tinggi.
Kesalahan kedua adalah ketidakmampuan memahami logika internal Teheran.
Washington bertindak dengan asumsi bahwa pembunuhan komandan senior akan meruntuhkan struktur militer lawan.
Potret ilustrasi
- Istimewa
Namun kenyataan justru berbanding terbalik. Tindakan itu meningkatkan kohesi domestik dan memperkuat motivasi perlawanan mereka.
Hal ini terjadi karena sistem pengambilan keputusan di Teheran berbasis pada jaringan institusi, bukan pada figur individu.
Kesalahan ketiga adalah pengabaian terhadap skenario terburuk. Washington terlalu fokus pada skenario terbaik.
Akibatnya, mereka tidak mengantisipasi dampak nyata dari gangguan jalur perdagangan global dan loncakan harga energi.