Pecah? AS Lancarkan Serangan Besar besaran, Iran Siap Perang Habis habisan

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

“Kami saat ini tidak memiliki rencana untuk negosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara,” kata Baghaei kepada wartawan di luar acara peringatan untuk menantu mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.

img_title Sangar, Dalam Semalam Iran Hancurkan 9 Pesawat Tempur AS, Washington Makin Tekor

Penegasan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Teheran tidak akan lagi menoleransi tekanan sepihak dari Washington. Posisi politik Iran kini berada pada titik paling krusial dalam menghadapi konfrontasi terbuka.

Teheran juga memastikan tidak akan terikat oleh komitmen internasional apa pun jika pihak lawan terbukti melanggar kesepakatan yang telah disepakati bersama.

img_title Iran Dapat 'Pelajaran Mahal' dari AS dan Israel, Hasilnya Wajib Diwaspadai Lawan

Prinsip ketat ini menjadi landasan utama kebijakan luar negeri mereka saat ini.

“Kami tidak akan mematuhi perjanjian apa pun jika AS melanggar kewajibannya,” ujar Baghaei.

img_title AS Kehilangan Aset Canggih di Hormuz, Iran Ungkap Klaim Mengejutkan

Dia menambahkan bahwa Iran meyakini Amerika Serikat telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal.

Pelanggaran berulang tersebut dinilai telah merusak segala bentuk kepercayaan diplomatik yang tersisa di antara kedua belah pihak.

Konfrontasi Militer Jalur Maritim Global

Tidak lama setelah pernyataan keras tersebut keluar, situasi di lapangan langsung memanas dengan cepat.

Kantor Berita Mehr melaporkan pangkalan militer Amerika Serikat menyerang Pulau Hengam milik Iran.

Wilayah strategis yang menjadi sasaran serangan tersebut berada sangat dekat dengan Selat Hormuz, sebuah jalur maritim yang menjadi urat nadi perdagangan minyak mentah global yang sangat vital.

Sikap konfrontatif Iran ini kemudian dipertegas oleh jajaran petinggi diplomatik lainnya di lokasi yang sama.

Mereka menyatakan kesiapan penuh militer untuk membalas setiap tindakan provokasi yang merugikan kedaulatan negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan negaranya akan merespons secara tegas terhadap setiap tindakan agresi.

Pernyataan ini menjadi peringatan terbuka bagi kubu lawan agar tidak bertindak gegabah.

“Kami tidak akan membiarkan tindakan agresi apa pun atau tindakan apa pun terhadap bangsa Iran tidak terjawab,” tegas Gharibabadi.

Ketegangan ini menjadi babak baru dari sejarah panjang perseteruan kedua negara di Timur Tengah.

Ketidakpercayaan mendalam terus membayangi hubungan bilateral yang tak kunjung membaik dari waktu ke waktu.

Sebelum insiden ini terjadi, hubungan kedua negara kerap diwarnai oleh pelanggaran kesepakatan nuklir dan sanksi ekonomi sepihak yang terus memicu ketidakstabilan di kawasan Teluk.

Halaman Selanjutnya
img_title