Bahaya! Tutup Pintu Diplomasi, Iran: Waktunya Balas Dendam, Sinyal Perang Besar Mengerikan?
- Istimewa
Pernyataan ini menjadi peringatan terbuka bagi kubu lawan agar tidak bertindak gegabah.
“Kami tidak akan membiarkan tindakan agresi apa pun atau tindakan apa pun terhadap bangsa Iran tidak terjawab,” tegas Gharibabadi.
Ketegangan ini menjadi babak baru dari sejarah panjang perseteruan kedua negara di Timur Tengah.
Ketidakpercayaan mendalam terus membayangi hubungan bilateral yang tak kunjung membaik dari waktu ke waktu.
Sebelum insiden ini terjadi, hubungan kedua negara kerap diwarnai oleh pelanggaran kesepakatan nuklir dan sanksi ekonomi sepihak yang terus memicu ketidakstabilan di kawasan Teluk.
Kini, penyerangan langsung di dekat Selat Hormuz semakin menjauhkan peluang perdamaian di meja perundingan.
Kedua negara justru dilaporkan semakin memperkuat posisi militer masing-masing di garis depan.