Rusia Murka! Selat Hormuz Membara, Aksi Saling Serang Meluas, Serangan AS ke Iran Hancurkan Kesepakatan Damai

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan di Timur Tengah kembali membara. Rusia mengecam keras serangan terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran, yang dinilai menghancurkan seluruh upaya penyelesaian sengketa program nuklir Teheran.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan bahwa operasi militer AS tersebut secara nyata melanggar memorandum yang baru saja disepakati antara Iran dan pemerintahan Presiden Donald Trump bulan lalu.

Pernyataan tegas ini disampaikan Lavrov dalam konferensi pers bersama Menlu Chad, Abdoulaye Sabre Fadoul, di Moskow.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

"Yang paling penting adalah ini tidak mengarah pada penyelesaian. Ini menutup pintu yang, tampaknya, telah dibuka oleh memorandum tersebut," ujar Lavrov sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor (MEMO).

Lavrov juga menyesalkan dampak besar yang harus ditanggung oleh sektor domestik akibat eskalasi ini.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

"Kami melihat ini sebagai pelanggaran terhadap memorandum. Ini sangat disesalkan karena infrastruktur sipil di Iran dan fasilitas sipil di negara-negara Teluk menderita. Ini tidak membawa ke arah yang baik," tambahnya.

Selat Hormuz Membara: Aksi Saling Serang Meluas

Konflik ini memuncak setelah AS dan Iran terlibat aksi saling serang sejak pekan lalu.

Melansir Al-Jazeera, militer AS mengonfirmasi bahwa serangkaian serangan lanjutan telah menghantam puluhan target militer di dekat Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.

Merespons hal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengambil langkah ekstrem dengan menutup Selat Hormuz. Jalur perdagangan vital ini akan tetap diblokade "sampai kejahatan Amerika berakhir".

IRGC bahkan mengancam akan membidik jalur ekspor minyak dan gas yang melayani AS beserta sekutunya.

Dalam klaim sepihaknya, IRGC menyatakan telah menghancurkan pusat komando Armada Kelima AS serta fasilitas logistik militer Amerika di Bahrain dan Kuwait.

Di sisi lain, militer Yordania melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat tiga rudal balistik Iran yang melanggar wilayah udara mereka.

Dampak Ekonomi Global: Sanksi Kripto dan Harga Minyak Melonjak

Runtuhnya komitmen damai yang sebelumnya dimediasi oleh Pakistan pada Juni lalu langsung mengguncang stabilitas ekonomi global.

Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam pagi ini setelah Presiden Donald Trump memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title