Rusia Murka! Selat Hormuz Membara, Aksi Saling Serang Meluas, Serangan AS ke Iran Hancurkan Kesepakatan Damai
- Istimewa
Siap –Ketegangan di Timur Tengah kembali membara. Rusia mengecam keras serangan terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran, yang dinilai menghancurkan seluruh upaya penyelesaian sengketa program nuklir Teheran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan bahwa operasi militer AS tersebut secara nyata melanggar memorandum yang baru saja disepakati antara Iran dan pemerintahan Presiden Donald Trump bulan lalu.
Pernyataan tegas ini disampaikan Lavrov dalam konferensi pers bersama Menlu Chad, Abdoulaye Sabre Fadoul, di Moskow.
"Yang paling penting adalah ini tidak mengarah pada penyelesaian. Ini menutup pintu yang, tampaknya, telah dibuka oleh memorandum tersebut," ujar Lavrov sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor (MEMO).
Lavrov juga menyesalkan dampak besar yang harus ditanggung oleh sektor domestik akibat eskalasi ini.
"Kami melihat ini sebagai pelanggaran terhadap memorandum. Ini sangat disesalkan karena infrastruktur sipil di Iran dan fasilitas sipil di negara-negara Teluk menderita. Ini tidak membawa ke arah yang baik," tambahnya.
Selat Hormuz Membara: Aksi Saling Serang Meluas
Konflik ini memuncak setelah AS dan Iran terlibat aksi saling serang sejak pekan lalu.
Melansir Al-Jazeera, militer AS mengonfirmasi bahwa serangkaian serangan lanjutan telah menghantam puluhan target militer di dekat Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.
Merespons hal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengambil langkah ekstrem dengan menutup Selat Hormuz. Jalur perdagangan vital ini akan tetap diblokade "sampai kejahatan Amerika berakhir".
IRGC bahkan mengancam akan membidik jalur ekspor minyak dan gas yang melayani AS beserta sekutunya.
Dalam klaim sepihaknya, IRGC menyatakan telah menghancurkan pusat komando Armada Kelima AS serta fasilitas logistik militer Amerika di Bahrain dan Kuwait.
Di sisi lain, militer Yordania melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat tiga rudal balistik Iran yang melanggar wilayah udara mereka.
Dampak Ekonomi Global: Sanksi Kripto dan Harga Minyak Melonjak
Runtuhnya komitmen damai yang sebelumnya dimediasi oleh Pakistan pada Juni lalu langsung mengguncang stabilitas ekonomi global.
Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam pagi ini setelah Presiden Donald Trump memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.