Dunia Tegang! Trump Mau Bom Gunung Pickaxe Iran, Rusia dan China Langsung Turun Tangan, Sinyal.......?

Potret ilustrasi Presiden China dan Rusia
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Amerika Serikat (AS) secara terbuka melontarkan ancaman militer serius untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah Iran di Gunung Pickaxe.

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Merespons gertakan tersebut, dua kekuatan dunia, Rusia dan China, langsung mengambil tindakan cepat yang memicu sorotan global.

Ancaman keras ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump pada Senin (13/7/2026). Trump menegaskan bahwa fasilitas bawah tanah yang terletak di dekat kompleks pengayaan uranium Natanz tersebut kini masuk dalam radar target potensial militer Washington.

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

"Pickaxe adalah target potensial untuk tembakan besar yang tepat di dekat pintu depan," kata Trump seperti dilansir Fox News.

Lebih lanjut, Trump memberikan peringatan keras tanpa basa-basi kepada Teheran.

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

"Kita akan menghancurkan Gunung Pickaxe. Katakan pada Iran untuk bersiap-siap," tambah Trump.

Rusia Kirim 'Pesawat Kiamat' ke Teheran

Pasca ancaman itu, Rusia dan China langsung bereaksi.

Langkah paling mengejutkan datang dari Moskow yang mendadak mengirimkan pesawat militer berkemampuan khusus ke Iran.

Berdasarkan data pelacakan udara dari Flightradar24, sebuah pesawat yang dijuluki "pesawat kiamat" terdeteksi mendarat di Teheran pada Senin (13/7/2026).

Pesawat berjenis Tupolev Tu-214PU dengan nomor registrasi RA-64531 dan kode panggilan RSD420 tersebut lepas landas dari Moskow, lalu tiba di ibu kota Iran sekitar pukul 10.10 waktu setempat.

Burung besi ini bukan armada sembarangan, melainkan bagian dari Skuadron Penerbangan Khusus Rusia yang dirancang sebagai pusat komando udara taktis.

Secara teknis, Tupolev Tu-214PU memiliki sistem komunikasi khusus yang dirancang tetap berfungsi dalam kondisi darurat, termasuk saat terjadi serangan nuklir.

Keberadaan pesawat itu pun langsung menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan penerbangan tersebut ke Iran.

Pemerintah Rusia dan pihak Iran masih memilih bungkam terkait misi rahasia ini.

China Desak Stabilitas Selat Hormuz

Tak hanya Rusia, China juga ikut bereaksi terhadap ancaman AS. Beijing memilih fokus pada pengamanan jalur logistik global yang terancam terganggu akibat memanasnya hubungan Iran dan AS.

Halaman Selanjutnya
img_title