Iran Kembali Serang Aset Militer AS, Ketegangan Makin Sulit Diredam
- Instagram/Istimewa
Dalam pernyataan itu, pasukan elite Iran mengklaim angkatan laut mereka berhasil melaksanakan serangan gabungan menggunakan rudal dan pesawat nirawak terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Al Jufri, Bahrain.
Teheran menyebut serangan tersebut mengakibatkan kebakaran besar di fasilitas militer Amerika Serikat yang hingga saat itu masih berlangsung.
Selain itu, IRGC juga mengklaim berhasil menghancurkan sistem radar peringatan dini jarak jauh FPS milik Amerika Serikat yang berada di Oman.
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menyatakan operasi tersebut berhasil melemahkan kemampuan militer Amerika Serikat di kawasan.
Menurut pihak Iran, eskalasi operasi militer itu menjadi bukti keseriusan mereka dalam menargetkan fasilitas pertahanan yang dianggap mengancam keamanan nasional.
Dalam perkembangan lain, Teheran juga mengumumkan telah menembak jatuh drone milik Amerika Serikat berjenis Lukas di wilayah udara Bandar Abbas, Iran selatan, pada Senin, 13 Juli 2026.
Setelah insiden tersebut, seluruh sistem pertahanan udara Iran disebut langsung berada dalam status siaga penuh untuk memperketat pengawasan di wilayah udara bagian selatan.
Pemerintah Iran menyatakan keberhasilan mencegat drone tersebut merupakan bagian dari langkah mempertahankan kedaulatan wilayah udara dari ancaman asing.
Menurut keterangan resmi, unit pertahanan udara lebih dahulu mendeteksi pergerakan mencurigakan pesawat nirawak tersebut sebelum melakukan pelacakan hingga akhirnya berhasil menjatuhkannya sebelum menjalankan misi apa pun.
Militer Iran juga menegaskan seluruh pasukan pertahanan udara beserta unit bersenjata lainnya tetap berada dalam kondisi siaga guna mengantisipasi kemungkinan ancaman lanjutan.
Pengawasan terhadap wilayah udara selatan terus diperketat sebagai langkah pencegahan terhadap potensi serangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Di sisi lain, IRGC turut merilis video yang memperlihatkan peluncuran rudal balistik Qadr ke arah target Amerika Serikat. Pada badan rudal tersebut terlihat tulisan "Game over USA".
Pesan tersebut dipandang sebagai peringatan keras dari Teheran di tengah meningkatnya ketegangan yang berpotensi mengarah pada konfrontasi militer yang lebih luas.
Tulisan "Game over USA" disebut menjadi simbol peringatan bahwa Iran menganggap Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi apabila konflik terus berlanjut.