Stok Rudal Balistik AS Terkuras Perang Iran, Trump Blunder Lagi?
- Istimewa
Ilustrasi serangan rudal Iran hancurkan sejumlah markas AS
- Istimewa
Selain itu, Angkatan Darat Iran mengonfirmasi adanya gelombang baru serangan drone perusak yang menyasar bunker, gudang pendukung, serta sistem pertahanan udara dan rudal AS di Kuwait.
Adapun serangan ini adalah balasan Teheran atas tindakan Amerika Serikat yang dianggap melanggar prinsip dasar piagam PBB karena terus menggempur infrastruktur sipil dan pusat militer Iran.
Konfrontasi ini semakin membara setelah sistem pertahanan udara patriot dan instalasi radar strategis Amerika Serikat yakni Pangkalan Udara Ali Al Salem (AASAB), dan Ahmed Al Jaber (AAJAB) dilaporkan turut hancur.
Dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan, angkatan bersenjata Republik Islam kembali menegaskan, bahwa mereka tidak akan ragu sedikit pun untuk mengerahkan seluruh kekuatan demi membela kedaulatan negara dari setiap serangan musuh.
Pasukan elit IRGC juga kembali meluncurkan fase kelima dari operasi pembalasan mematikan di kawasan Teluk.
Kali ini wilayah Bahrain dan Oman menjadi target utama dari gempuran udara terencana yang dilancarkan oleh pasukan elit negara tersebut.
IRGC mengkonfirmasi keberhasilan pasukan angkatan laut mereka dalam menggelar serangan kombinasi rudal dan pesawat nirawak.
Unit tempur elit Iran itu membombardir instalasi militer strategis milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Al Jufri Bahrain.
Akibat hantaman proyektil masif, pihak berwenang melaporkan bahwa kebakaran hebat masih terus berlangsung di fasilitas militer AS di Bahrain itu.
Selain membakar markas AS di Bahrain serangan udara terarah ini juga sukses menghantam dan menghancurkan sistem radar peringatan dini jarak jauh FPS milik Amerika Serikat di Oman.
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menegaskan, bahwa operasi yang menentukan dan dahsyat ini telah berhasil membuat militer AS menjadi tidak berdaya.
Eskalasi militer ini membuktikan keseriusan pasukan elit Iran dalam meratakan setiap fasilitas pertahanan musuh yang dianggap mengancam stabilitas kawasan mereka.
Militer Teheran juga sukses menembak jatuh pesawat nir awak jenis Lukas milik Amerika Serikat di langit Bandar Abbas, Iran Selatan pada Senin 13 Juli 2026.
Pasca insiden dan seluruh unit pertahanan udara Republik Islam langsung disiagakan penuh guna memperketat pengawasan zona langit selatan dari potensi ancaman AS.