Stok Rudal Balistik AS Terkuras Perang Iran, Trump Blunder Lagi?
- Istimewa
Siap – Persediaan rudal strategis Amerika Serikat dilaporkan terus menipis seiring berlanjutnya perang melawan Republik Islam Iran dan tingginya penggunaan senjata presisi.
Dikutip dari kanal YouTube tv One, sejumlah rudal penting AS dikabarkan habis lebih cepat dibanding kemampuan industri pertahanannya untuk memproduksi pengganti.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan, bahwa gencatan senjata dengan Teheran, Iran telah berakhir sehingga tekanan terhadap stok rudal diperkirakan semakin besar.
Pentagon disebut telah menggunakan sekira setengah rudal pencegat THAAD dan Patriot serta sekitar 30 persen rudal jelajah Tomahawk.
Rudal-rudal tersebut digunakan untuk menghadapi gelombang serangan drone dan rudal yang dilancarkan Republik Islam selama konflik berlangsung.
Meski sempat ada gencatan senjata, laju produksi rudal disebut masih jauh tertinggal dibanding tingkat penggunaannya di medan perang.
Laporan itu memperkirakan pemulihan stok rudal yang paling menipis dibutuhkan waktu sedikitnya 3 tahun bahkan bisa mencapai 5 tahun.
Potret ilustrasi serangan Rudal
- Istimewa
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengancam akan menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain dan Oman sebagai aksi balasan lanjutan.
Menipisnya persediaan rudal AS juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesiapan militer Amerika Serikat menghadapi potensi konflik lain termasuk dengan China.
Konflik kembali memanas setelah serangan terbaru Amerika Serikat ke wilayah Republik Islam memicu balasan dari Teheran yang kembali menargetkan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Balasan Kilat IRGC
IRGC dilaporkan kembali meluncurkan operasi pembalasan besar-besaran.
Pasukan elit Republik Islam itu menargetkan platform peluncur rudal Himars milik Angkatan Darat Amerika Serikat di pangkalan militer Kuwait mengutip Al Mayadeen pada Senin, 13 Juli 2026.
Hal ini diumumkan secara resmi dalam pernyataan melalui sejumlah portal resmi di Teheran.
Dalam laporan tersebut, IRGC menegaskan bahwa dua platform peluncur rudal Himars beserta gudang amunisi AS yang berada di pangkalan tersebut telah dibakar dan hancur total.
Dikutip dari kanal YouTube Tribun, serangan ini merupakan fase tambahan dari operasi militer bertahap Teheran guna membalas agresi berulang yang dilakukan oleh militer Washington di kawasan Timur Tengah.