Menelisik Jalan Berliku Disnaker Depok Perjuangkan Hak Pekerja Hotel Bumi Wiyata
- siap.viva.co.id
Siap – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok telah memanggil pihak manajemen Hotel Bumi Wiyata terkait hak upah pegawai yang tertunggak sejak periode 2025 silam.
Kepala Disnaker Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengaku, komunikasi dengan pihak manajemen dengan serikat pekerja juga telah dilakukan beberapa kali, namun tidak pernah mencapai kesepakatan.
"Akhirnya kami memanggil dari pimpinan PT AJB (Asuransi Jiwa Bersama), kami panggil ke Disnaker untuk bisa melakukan komunikasi untuk memecahkan persoalan yang terjadi, yang saat ini dialami oleh teman-teman pekerja di Bumi Wiyata," katanya pada Selasa, 14 Juli 2026.
"Memang pada saat itu diwakili oleh lawyer mereka dan memang hal-hal yang menjadi harapan kami, tentunya harapan teman-teman pekerja, misalnya dibayarkan secara bertahap upah yang memang saat ini belum mereka terima, informasinya selama 6 bulan," sambungnya.
Nessi pun berharap desakan ini menjadi prioritas pimpinan di PT AJB selaku induk Hotel Bumi Wiyata atau BW, untuk bisa diberikan kepada pekerja.
"Nah, inilah yang kemudian dibawa oleh lawyer-nya, disampaikan kepada pimpinan, karena waktu itu memang belum ada semacam solusi juga gitu ya dari pihak itu," jelasnya.
Namun karena sampai sekarang belum ada kepastian, sejumlah pegawai hotel tersebut akhirnya melakukan mogok kerja hingga berujung pada aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini.
Nessi mengatakan, pihaknya juga sudah mendampingi serikat pekerja hotel tersebut untuk berkunjung ke pengawas.
Menurut Nessi, dari hasil pertemuan tersebut pihak manajemen mengaku bahwa perusahaan tengah krisis finansial.
"Ya, informasi yang kami dapatkan memang kondisinya sedang tidak sehat gitu.
Kalau pailit saya belum bisa menyampaikan, tapi memang kondisinya memang sedang tidak baik-baik saja untuk bisa membayarkan," bebernya.
Namun begitu, Nessi berjanji Pemkot Depok melalui Disnaker akan tetap memberi pendampingan guna memperjuangkan hak-hak para pekerja.
"Kondisi yang dialami oleh teman-teman pekerja ini kan memang sudah luar biasa. Apalagi di bulan ini mungkin teman-teman pekerja ada yang mensekolahkan anaknya dan lain sebagainya, sehingga harapan kami mudah-mudahan ini menjadi sebuah prioritas lah untuk bisa membayarkan, walaupun tidak secara keseluruhan," ujarnya.