Iran Ngamuk! Pangkalan Militer AS Hancur Lebur Dihantam Rudal, Markas Lumpuh Total?

Potret ilustrasi serangan Rudal
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan di kawasan Teluk Arab kembali membara setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan operasi militer skala besar.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Tanpa ampun, IRGC melancarkan serangan fase kelima yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis milik militer Amerika Serikat (AS) di beberapa negara sekaligus.

Berdasarkan pernyataan resmi IRGC yang dipublikasikan oleh media Al Mayadeen pada Senin (13/7/2026), serangan udara masif ini dilancarkan secara terkoordinasi melalui kekuatan angkatan laut mereka.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Dengan mengombinasikan serangan rudal presisi dan armada pesawat nirawak (drone), Iran berhasil menembus pertahanan udara AS.

Fasilitas Radar dan Markas AS Lumpuh

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Serangan taktis ini menyasar fasilitas militer AS di Oman dan Bahrain.

Di Oman, hantaman keras dari proyektil Iran dilaporkan berhasil menghancurkan sistem radar peringatan dini jarak jauh FPS milik AS, serta melumpuhkan radar pendeteksi kapal laut yang vital bagi navigasi militer Washington.

Sementara itu, instalasi militer AS di kawasan Al-Juffair, Bahrain, juga mengalami kerusakan sangat parah.

Kompleks pertahanan tersebut dilaporkan dilanda kebakaran hebat akibat gelombang hantaman proyektil yang diluncurkan oleh pasukan Iran.

Eskalasi militer ini membuktikan keseriusan Angkatan Bersenjata Iran dalam meratakan setiap fasilitas pertahanan musuh yang dianggap mengancam stabilitas kawasan mereka.

Peluncur HIMARS di Kuwait Hancur Total Tidak berhenti di Oman dan Bahrain, gempuran IRGC juga meluas hingga ke pangkalan militer AS di Kuwait.

Kali ini, target utama mereka adalah platform peluncur rudal taktis HIMARS milik Angkatan Darat AS.

Dalam keterangan resminya, IRGC mengonfirmasi bahwa serangan tersebut sukses melumpuhkan aset artileri berat milik Washington.

Pihak IRGC menegaskan: "Dua platform peluncur rudal HIMARS dan gudang amunisi yang berisi rudal dibakar dan hancur total."

Serangan mematikan ini merupakan fase tambahan dari operasi militer bertahap yang dicanangkan Iran.

Langkah agresif ini diambil guna membalas rentetan provokasi yang berulang kali dilakukan oleh militer Washington di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Angkatan Darat Iran juga telah mengonfirmasi adanya gelombang baru serangan drone perusak yang siap dikerahkan sewaktu-waktu.

Halaman Selanjutnya
img_title