Target Rahasia Trump Terbongkar! Situs Nuklir 'Mustahil Tembus' Iran Kini Jadi Sasaran Utama Militer AS?
- Istimewa
Siap –Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berada di titik nadir.
Presiden AS Donald Trump secara terang-terangan melayangkan ancaman perang baru, bahkan cenderung berani melontarkan rencana serangan langsung ke lokasi-lokasi strategis di dalam wilayah kedaulatan Iran.
Dalam sebuah pernyataan terbaru, Trump menegaskan bahwa Washington bersiap melakukan tindakan militer terhadap situs strategis yang dikenal sebagai "Pickaxe Mountain" dan memperingatkan bahwa AS akan terus melancarkan tekanan hebat ke negara tersebut.
Isyarat perang ini langsung memicu kekhawatiran global akan pecahnya konfrontasi berskala penuh di Timur Tengah.
Pernyataan agresif ini disampaikan langsung oleh Trump saat menghadiri sesi wawancara di program Hugh Hewitt Show.
Ia secara terbuka meminta pihak Iran bersiap menghadapi serangan yang akan dilancarkan oleh militer Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Menurut penuturan Trump, intelijen AS terus memantau pergerakan di kawasan tersebut secara intensif.
Ia mengklaim bahwa program pengembangan nuklir Tehran terus mengalami hambatan akibat tindakan preventif yang diambil Washington.
Setiap kali terdapat indikasi aktivitas mencurigakan, AS langsung mengambil tindakan tegas demi meredam ambisi nuklir Iran, dan situs Pickaxe menjadi target berikutnya dalam agenda operasi mereka.
Secara geografis, Pickaxe Mountain merupakan nama samaran untuk kompleks nuklir bawah tanah rahasia yang memiliki nama resmi Kuh-e Kolang Gaz La.
Fasilitas nuklir pertahanan tinggi ini tersembunyi jauh di dalam rangkaian Pegunungan Zagros, Iran tengah, tidak jauh dari kompleks pengayaan uranium Natanz yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan parah akibat rangkaian sabotase misterius.
Dilansir dari Reuters, situs ini dikenal memiliki pertahanan tingkat tinggi karena dibangun ratusan meter di bawah lapisan batu dan tanah, yang oleh para ahli taktis dinilai mustahil ditembus bahkan oleh bom penghancur bunker (bunker buster) paling mutakhir milik militer AS.
Kendati demikian, Trump tampak tidak gentar dan tetap menempatkan kompleks ini di daftar prioritas teratasnya.
Sebelum membeberkan rencana serangan terhadap fasilitas bawah tanah tersebut, Trump juga telah mengumumkan kebijakan penutupan kembali jalur logistik laut Iran di wilayah Teluk.