Buktikan Ancaman, Iran Bombardir Pangkalan Militer AS di Lima Negera Ini, Jadi Target Utama Rudal Balistik?

Potret ilustrasi Rudal
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Situasi di Timur Tengah kembali berada di ambang perang besar.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Republik Islam Iran membuktikan ancamannya dengan meluncurkan rentetan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang tersebar di lima negara kawasan Teluk.

Serangan masif ini merupakan respons balasan Teheran atas agresi militer yang dilancarkan Washington beberapa hari lalu.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Eskalasi ini menandai babak baru konflik yang kian berbahaya dan berpotensi menyeret stabilitas keamanan global ke titik terendah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kanal YouTube Kompas, serangan udara terbaru AS ke wilayah Republik Islam memicu kemarahan besar Teheran.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Tidak butuh waktu lama, Republik Islam langsung melancarkan operasi militer dengan target fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, dan Yordania.

Sasaran tembak Iran meliputi pangkalan udara, sistem pertahanan, pusat komunikasi, hingga fasilitas logistik yang selama ini menyokong operasi militer Washington.

Di Qatar, Pangkalan Udara Al Udeid menjadi target utama rudal balistik.

Pemerintah Qatar mengonfirmasi sebagian besar serangan berhasil dicegat, meski pecahan proyektil menyebabkan beberapa orang terluka.

Sementara itu di Oman, Iran menyerang fasilitas logistik kapal induk AS di pelabuhan.

Di Kuwait, serangan menyasar sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan instalasi radar.

Bahrain dan Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania yang menjadi markas pesawat nirawak AS juga tak luput dari gempuran.

Bersamaan dengan serangan udara tersebut, Republik Islam mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.

Langkah berani ini diambil setelah adanya pelanggaran kesepahaman oleh pihak Washington.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pernyataan keras terkait situasi panas ini.

"Era kesepakatan sepihak telah berakhir. Kami sudah bilang tepati janji atau bayar harganya," tegas Ghalibaf.

Di pihak lawan, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM berdalih bahwa operasi udara mereka dilakukan justru untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

Dalam tiga gelombang operasi sepanjang pekan ini, AS mengklaim telah menghantam ratusan target militer Iran, mulai dari penyimpanan rudal, radar, hingga fasilitas pesawat nirawak.

Halaman Selanjutnya
img_title