Iran Sebar Ancaman: Pangkalan AS dan Negara Tetangga Kini Jadi 'Target Sah'
- Istimewa
Siap –Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) berada di titik nadir.
Hubungan kedua negara kian membara setelah Teheran mengklaim telah menggempur sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai aksi balasan langsung.
Disitat dari laporan Anandolu Agency, tidak main-main, Iran kini mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangganya.
Pihak Teheran menegaskan bahwa setiap lokasi atau wilayah yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah mereka akan langsung dianggap sebagai "target sah" untuk dihancurkan.
Peringatan bernada ancaman tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin, di tengah situasi regional yang kian tidak menentu antara Teheran dan Washington.
Warning Keras untuk Negara Tetangga
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan oleh AS maupun pihak lain untuk mengusik Iran.
"Negara-negara tetangga berkewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah wilayah mereka digunakan sebagai basis operasi militer terhadap Iran," tulis pernyataan kementerian tersebut.
Teheran juga menekankan bahwa "asal dan titik peluncuran" dari setiap serangan yang menyasar mereka akan menjadi sasaran empuk bagi angkatan bersenjata Iran.
Tuduhan Pelanggaran MOU dan Kejahatan Perang
Selain ancaman fisik, Iran mengecam keras rentetan serangan AS yang dilakukan dalam 22 jam terakhir.
Menurut pihak Teheran, agresi tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan secara nyata mengancam perdamaian serta keamanan internasional.
Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Washington telah melanggar hampir seluruh ketentuan dalam Memorandum of Understanding (MOU) yang baru saja ditandatangani 25 hari lalu.
Lebih lanjut, Iran menuding AS melakukan "kejahatan perang" karena sengaja menyerang infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, dan fasilitas meteorologi. Sektor maritim juga ikut terganggu.
Iran menuduh AS mencampuri pengaturan yang mengatur Selat Hormuz.
Tindakan Washington dinilai telah mengembalikan ketidakamanan di jalur pelayaran strategis tersebut sekaligus mengganggu aktivitas pelayaran komersial internasional.
Serangan rudal dan drone ini diklaim sebagai balasan telak atas operasi militer AS yang sebelumnya menyasar sejumlah target vital di dalam wilayah kedaulatan Iran.