Renteten Rudal Iran Hantam Markas AS di 5 Negara: Kami Sudah Bilang Tepati Janji atau Bayar Harganya
- Istimewa
Ilustrasi rudal Iran di balik konflik AS. Indonesia ikut bersiap
- Istimewa
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan operasi udara terbaru dilakukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran.
Menurut keterangan militer Amerika Serikat, sasaran serangan mencakup lokasi penyimpanan rudal, fasilitas pesawat nirwak, radar, jaringan komunikasi, kemampuan angkatan laut hingga lokasi pengawasan pantai.
Dalam tiga gelombang operasi yang berlangsung sepanjang pekan, Amerika Serikat mengklaim telah menghantam ratusan target militer di berbagai wilayah Republik Islam.
Serangan itu disebut sebagai respon terhadap aksi Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan Selat Hormuz.
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah wilayah termasuk Provinsi Bushehr (Buser) dan Lorestan turut menjadi lokasi serangan udara.
Hingga kini otoritas Teheran masih melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan maupun jumlah korban yang ditimbulkan.
Serangan balasan Republik Islam kemudian diarahkan ke sejumlah negara yang selama ini menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Di Qatar, Republik Islam mengklaim menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid menggunakan rundal balistik.
Pemerintah Qatar menyatakan sebagian besar serangan berhasil dicegat sistem pertahanan udara meski beberapa orang dilaporkan mengalami luka akibat pecahan proyektil.
Di Oman, Iran menyebut telah menyerang fasilitas logistik yang digunakan untuk mendukung kapal induk Amerika Serikat di pelabuhan cukup.
Sementara itu, di Kuwait target serangan disebut meliputi sistem pertahanan udara patriot, gudang amunisi, dan instalasi radar militer Amerika Serikat.
Ilustrasi serangan rudal Iran ke pangkalan Amerika Serikat
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Republik Islam juga mengklaim menyerang fasilitas komunikasi di Bahrain serta Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania yang disebut menjadi lokasi operasi pesawat tira awak militer Amerika Serikat.
Hingga kini sebagian besar negara yang menjadi sasaran menyatakan sistem pertahanan mereka berhasil merespon serangan tersebut meski situasi keamanan tetap berada dalam status siaga tinggi.
Sumpah Mojtaba
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei bersumpah bahwa negaranya akan menuntut balas atas darah Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan semua pihak lain yang gugur sebagai syahid dalam dua perang terkini.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, ia menyatakan bahwa hal ini merupakan kehendak bangsa Iran yang pasti akan dilaksanakan.