Renteten Rudal Iran Hantam Markas AS di 5 Negara: Kami Sudah Bilang Tepati Janji atau Bayar Harganya
- Istimewa
Siap – Republik Islam Iran kembali membuktikan ancamannya dengan meluncurkan rentetan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Serangan ini merupakan respon balasan Teheran, Iran atas agresi militer yang dilancarkan Washington beberapa hari lalu.
Tak tanggung-tanggung, sejumlah markas AS di lima negara kawasan Timur Tengah jadi sasaran kemarahan Republik Islam.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, konflik antara Teheran dan Washington kembali memasuki fase yang lebih berbahaya.
Setelah AS melancarkan gelombang serangan udara terbaru ke sejumlah sasaran di wilayah Republik Islam, Teheran kemudian merespon dengan operasi militer yang menyasar beberapa negara di kawasan Teluk.
Republik Islam mengklaim telah menyerang fasilitas yang berkaitan dengan keberadaan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, dan Yordania.
Sasaran yang disebut meliputi pangkalan udara, sistem pertahanan, pusat komunikasi hingga fasilitas logistik yang selama ini digunakan untuk mendukung operasi militer Washington di kawasan.
Rudal Iran siap balas serangan Amerika Serikat dan Israel
- Iran 24
Di saat yang sama, Republik Islam juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia.
Langkah tersebut menandai meningkatnya ketegangan yang kini tidak lagi terbatas pada hubungan Teheran dan Washington, tetapi mulai melibatkan kawasan teluk secara lebih luas.
Keputusan menutup kembali Selat Hormuz menjadi salah satu perkembangan paling penting dalam eskalasi terbaru ini.
Jalur laut sempit tersebut selama ini menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan teluk ke berbagai negara.
Teheran menyatakan penutupan dilakukan setelah meningkatnya operasi militer AS serta adanya pelanggaran terhadap kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.
Otoritas Republik Islam juga menegaskan bahwa penutupan akan tetap diberlakukan hingga apa yang mereka sebut sebagai berakhirnya campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf turut menyampaikan pernyataan keras terkait situasi tersebut.
"Era kesepakatan sepihak telah berakhir. Kami sudah bilang tepati janji atau bayar harganya," tegas Ghalibaf.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Teheran menilai kesepakatan yang pernah dicapai tidak lagi memiliki landasan setelah serangan terbaru Amerika Serikat.