Bikin Dunia Deg-degan, Iran Kembali Lepaskan Serangan Balasan, Pangkalan Militer AS Kelabakan?

Potret ilustrasi perang Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • siap.viva/AI

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan eskalasi konflik dipicu oleh serangan IRGC terhadap kapal kontainer berbendera Siprus yang sedang melintasi Selat Hormuz.

img_title Iran Geser Strategi Hadapi AS, Balasan Lebih Berat Mulai Diperingatkan

Dalam insiden itu, satu awak kapal dilaporkan hilang.

CENTCOM menyebut pihaknya telah membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi sebelum memutuskan mengambil tindakan militer.

img_title Iran Peringatkan Korea Selatan: Bantu Amerika di Selat Hormuz Berarti Siap Perang

Namun, kesempatan tersebut diklaim tidak dimanfaatkan oleh Teheran.

Setelah serangan baru Amerika Serikat, Iran kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan.

img_title Legislator Iran Ultimatum Menteri Perang AS: Serang Aset Kami, Maka Kalian Akan Diserang

Teheran beralasan langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi intervensi asing.

Iran juga menyebut kapal-kapal yang ditembaki telah mematikan sistem navigasi, keluar dari jalur yang ditentukan, serta mengabaikan peringatan yang diberikan.

IRGC mengklaim telah menghancurkan pusat komando, pusat kendali, serta hanggar pesawat nirawak MQ-9 milik Amerika Serikat di Pangkalan Udara Prince Hassan, Yordania.

Serangan terhadap fasilitas tersebut disebut menggunakan rudal balistik.

IRGC juga memperingatkan bahwa setiap aksi militer lanjutan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons yang lebih keras.

"AS dengan memaksakan kehendaknya terhadap Kesultanan Oman, berupaya pada Sabtu malam untuk sekali lagi menguji apa yang sudah pernah diuji, dengan memicu ketegangan melalui pergerakan ilegal sejumlah kapal di selatan Selat Hormuz," bunyi keterangan yang dikutip dari Tasnim News pada Minggu, 12 Juli 2026.

IRGC juga menyatakan bahwa Angkatan Laut-nya telah berhasil menggagalkan upaya tersebut dengan respons yang tegas.

Lebih lanjut IRGC memperingatkan bahwa agresi AS yang terus berlanjut akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras.

Dalam operasi lanjutan, IRGC mengklaim telah melumpuhkan kapal Amerika Serikat kedua di Selat Hormuz.

Selain itu, mereka menyatakan berhasil menyerang Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dengan sasaran pusat pemeliharaan pesawat tempur serta pusat komando dan kendali.

IRGC juga mengumumkan serangan rudal ke fasilitas logistik angkatan laut Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm, Oman.

Secara terpisah, Angkatan Darat Republik Islam Iran mengaku melancarkan gelombang drone bunuh diri ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Serangan tersebut diklaim menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, lokasi radar di Kuwait, serta sistem komunikasi militer dan instalasi radar Amerika Serikat di Bahrain.

Halaman Selanjutnya
img_title