Ronde Baru Perang Amerika Serikat vs Iran: AS Salah Prediksi, Basis Militer Jadi Bulan-bulanan Rudal IRGC
- Iran 24
Siap – Perang Iran dan Amerika Serikat memasuki ronde baru. Aksi saling serang antar dua negara itu kembali pecah pada Senin, 13 Juli 2026.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC melancarkan serangan rudal serta drone dalam skala besar.
Rentetan rudal dan drone Iran itu dilaporkan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Seorang pejabat militer Teheran, Iran mengungkapkan operasi ini diluncurkan sebagai respons atau serangan berkelanjutan AS terhadap negaranya.
IRGC mengeklaim bertanggung jawab atau serangan terhadap pangkalan udara Pangeran Hasan di Yordania.
Serangan rudal dan drone tersebut disebut membakar beberapa depot bahan bakar dan fasilitas penyimpanan amunisi AS.
AS Salah Prediksi
Adapun serangan ini merupakan balasan Teheran setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Iran pada Minggu, 12 Juli 2026.
Langkah Washington disebut sebagai respons atas keputusan Teheran menutup Selat Hormuz serta menyerang kapal-kapal komersial yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.
Operasi ini menjadi serangan militer ketiga yang dilakukan AS dalam sepekan terakhir.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan tindakan ini merupakan konsekuensi yang harus ditanggung oleh Teheran.
Situasi hulu hilir ini berbanding terbalik dengan optimisme yang sempat dikantongi Washington.
Sebelumnya, sejumlah pejabat AS meyakini Republik Islam akan segera mengumumkan seluruh jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka, dan kapal-kapal dapat melintas dengan aman.
Potret ilustrasi
- Istimewa
Pemerintah AS juga memperkirakan pasukan Teheran akan menghentikan aksi penembakan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur laut sempit tersebut.
Namun prediksi itu tidak menjadi kenyataan.
Para pejabat AS yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonim menuturkan, jika Teheran tidak mengeluarkan pernyataan dan tetap berpegang teguh pada pendiriannya, Washington tidak akan mendapatkan hasil yang baik.
Para pejabat itu menjelaskan negosiator Iran sebenarnya sempat memberitahu mereka serangan drone terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz sebelumnya dilakukan unit-unit pemberontak dari IRGC.
Aksi sepihak tersebut dinilai sengaja dilakukan oleh kelompok pemberontak untuk merusak kesepakatan nuklir.