Hari Pembalasan Tiba? Daftar Target Mati Iran Bocor, Trump Panik Langsung Bikin Bungker di Gedung Putih?
- Istimewa
Langkah ini diambil setelah Trump beberapa kali menjadi sasaran ancaman pembunuhan, termasuk dalam ajang UFC bulan lalu.
Trump Siagakan 1.000 Rudal Penancap Target Presiden Donald Trump merespons rencana pembunuhan dari Teheran dengan nada emosional dan ancaman destruktif yang masif.
Melalui unggahan media sosial pribadinya pada Sabtu, 11 Juli 2026, Trump menyatakan bahwa militer AS kini berada dalam posisi siap tempur yang sangat agresif.
"Ini profesi yang sangat berbahaya. Saya nomor satu dalam daftar target pembunuhaan Iran, tapi saya tidak peduli, karena saya melakukan pekerjaan saya," katanya.
Trump menegaskan bahwa AS telah menyiagakan 1.000 rudal yang diarahkan langsung ke Republik Islam dan siap ditembakkan kapan saja.
Kesiapan tempur ini akan dipertahankan selama satu tahun ke depan guna memastikan ancaman Iran dapat diredam sepenuhnya.
Konflik panjang ini berakar dari dendam bertahun-tahun Teheran atas kematian Jenderal Qassem Soleimani pada tahun 2020 silam, yang tewas akibat serangan drone AS atas perintah langsung Trump.
Tantangan Terbuka di Pesisir Iran Di sisi lain, militer Iran menyatakan tidak gentar menghadapi ancaman rudal Washington.
Kepala Staf dan Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Muda Habibollah Sayyari, melempar tantangan terbuka yang sangat keras kepada pasukan AS.
"Musuh menyadari bahwa upaya apa pun untuk mendaratkan pasukan di pesisir Iran sama saja dengan memasuki neraka dunia yang tidak memiliki jalan keluar," katanya.
Sayyari memastikan seluruh kekuatan militer, kepolisian, dan paramiliter IRGC telah bersiaga penuh di lapangan untuk mengubah pesisir mereka menjadi area mematikan bagi penyerang.
"Respons kami jelas, jika kalian punya nyali, silahkan datang," tegas Sayyari dikutip dari IRNA.