Hari Pembalasan Tiba? Daftar Target Mati Iran Bocor, Trump Panik Langsung Bikin Bungker di Gedung Putih?
- Istimewa
Siap –Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang kian mencekam.
Surat kabar konservatif Iran, Hamshahri, memicu sorotan internasional setelah memublikasikan daftar tokoh global yang menjadi target pembalasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Langkah berani Teheran ini langsung memicu respons keras dari Washington. Dalam infografik daring yang dirilis pada Sabtu (11/7) malam waktu setempat, media yang berada di bawah otoritas Ibu Kota Iran tersebut menampilkan 13 foto pemimpin asing.
Unggahan itu menyertakan pernyataan tegas dari Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus Ali Khamenei.
Berdasarkan laporan AFP, Ali Khamenei disebut tewas akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu, saat perang Timur Tengah pertama kali meletus.
Sejak insiden tersebut, Mojtaba Khamenei berulang kali menyuarakan janji pembalasan.
Dalam pesan pertamanya pasca-pemakaman sang ayah pekan ini, ia menegaskan bahwa tindakan balasan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan mau tidak mau harus dilaksanakan," kata Mojtaba pada Sabtu, dilansir AFP.
Ia juga memperingatkan bahwa para 'penjahat' yang namanya masuk dalam daftar tersebut tidak akan pernah bisa tidur dengan tenang di tempat tidur mereka.
Daftar yang dipublikasikan mencakup nama-nama besar seperti Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Turut menjadi target adalah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Gedung Putih Tingkatkan Keamanan Ekstrem
Merespons ancaman yang kian nyata, Dinas Rahasia Amerika Serikat atau Secret Service langsung bergerak cepat meningkatkan proteksi di kompleks kepresidenan.
Pintu masuk utama Gedung Putih kini ditutupi perancah dan terpal untuk perbaikan pilar luar atas permintaan Presiden AS Donald Trump.
Renovasi kali ini difokuskan sepenuhnya pada aspek keamanan, bukan estetika visual.
Pemerintahan Trump juga mengajukan pembangunan pagar permanen di sekitar Lafayette Square untuk mempermudah penutupan kawasan secara instan.
Selain itu, rencana jangka panjang mencakup pembangunan ballroom baru seluas 90.000 kaki persegi yang akan dilengkapi dengan fasilitas mutakhir, seperti pelabuhan drone, pos penembak jitu, hingga bungker bawah tanah.