Rudal Balistik IRGC Lumpuhkan Kapal dan Pangkalan AS, Produksi Drone Iran Melonjak 3 Kali Lipat?
- Istimewa
Siap –Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran, atau yang dikenal sebagai IRGC, secara resmi menyatakan telah menghancurkan pusat komando dan kendali serta hanggar pesawat nirawak (drone) MQ-9 di Pangkalan Udara Prince Hassan milik Amerika Serikat (AS) di Yordania.
Serangan mematikan ini dilancarkan IRGC menggunakan rudal balistik presisi tinggi.
Pihak militer Iran juga memberikan peringatan keras bahwa setiap agresi militer Amerika yang berlanjut di kawasan tersebut akan memicu pembalasan yang jauh lebih mengerikan dari Teheran.
"AS dengan memaksakan kehendaknya terhadap Kesultanan Oman, berupaya pada Sabtu malam untuk sekali lagi menguji apa yang sudah pernah diuji, dengan memicu ketegangan melalui pergerakan ilegal sejumlah kapal di selatan Selat Hormuz," bunyi keterangan resmi yang dikutip dari Tasnim News pada Minggu, 12 Juli 2026.
IRGC menegaskan bahwa Angkatan Laut-nya telah berhasil menggagalkan upaya provokasi tersebut dengan memberikan respons yang tegas di lapangan.
Lebih lanjut, IRGC memperingatkan bahwa agresi AS yang terus berlanjut akan langsung dibalas dengan tindakan yang lebih keras.
Operasi Balasan Terkoordinasi di Seluruh Kawasan
Serangan terbaru yang masif ini terjadi saat Angkatan Bersenjata Republik Islam melancarkan operasi balasan terkoordinasi terhadap fasilitas militer AS di seluruh kawasan.
Langkah ekstrem ini diambil menyusul serangan lanjutan yang dilakukan militer Amerika di bagian selatan wilayah kedaulatan Iran.
Dalam tahapan operasi yang berjalan berurutan, IRGC menyatakan pihaknya juga menghantam kapal AS kedua di Selat Hormuz hingga kapal tersebut lumpuh total.
Tidak berhenti di situ, mereka kemudian menargetkan Pangkalan Udara strategis AS Al Udeid di Qatar, dengan menghancurkan pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat tempur serta pusat komando dan kendalinya.
Jangkauan rudal Iran juga menyasar titik logistik penting lainnya. IRGC mengumumkan serangan rudal besar-besaran terhadap fasilitas dukungan logistik bagi kapal angkatan laut dan kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman.
Secara terpisah, Angkatan Darat Republik Islam menyatakan telah meluncurkan gelombang drone bunuh diri terhadap fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain.