Perang Pecah, AS Gempur Target Strategis Iran di Selat Hormuz, Trump Lancarkan Serangan Besar besaran?
- Istimewa
Beberapa wilayah kedaulatan mereka turut menjadi sasaran proyektil dan rudal sepanjang akhir pekan lalu.
Pemerintah Kuwait mengonfirmasi bahwa hantaman roket mengenai pos-pos penjagaan perbatasan mereka dengan sangat telak.
Tidak hanya itu, fasilitas pengeboran minyak lepas pantai milik Kuwait juga mengalami kerusakan serius akibat insiden ini.
Sementara itu, otoritas Qatar melaporkan adanya korban luka-luka akibat serpihan ledakan rudal yang berhasil dicegat di udara.
Ketegangan militer ini akhirnya memaksa sistem pertahanan udara di seluruh kawasan Teluk beroperasi penuh.
Di sisi lain, negara Oman, Yordania, dan Uni Emirat Arab juga mendeteksi adanya aktivitas tembakan yang melintasi ruang udara mereka.
Situasi mencekam ini langsung memicu alarm kewaspadaan tinggi bagi maskapai penerbangan sipil dunia yang melintasi kawasan Timur Tengah.
Secara historis, konfrontasi bersenjata di Selat Hormuz berakar dari buntunya negosiasi pembatasan nuklir dan sanksi ekonomi global.
Iran kerap memanfaatkan ancaman pemblokiran jalur minyak dunia ini sebagai senjata diplomasi utama mereka.