Perang Pecah, AS Gempur Target Strategis Iran di Selat Hormuz, Trump Lancarkan Serangan Besar besaran?
- Istimewa
Siap –Ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut sebut telah sampai ke titik didih.
Pasalnya, baru baru ini Militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara beruntun ke wilayah Iran demi menghentikan ancaman terhadap kapal komersial global.
Langkah tegas ini diambil atas instruksi langsung dari Gedung Putih setelah situasi di koridor maritim strategis tersebut kian kritis.
Gempuran ini menandai eskalasi baru konflik bersenjata yang berpotensi melumpuhkan keamanan jalur perdagangan laut internasional.
Operasi tempur komando Pentagon ini berlangsung lebih lama dari biasanya dan menyasar puluhan target strategis.
Gelombang serangan udara tersebut menjadi respons langsung atas agresivitas Teheran yang belakangan ini berulang kali mengincar aset asing.
Dikutip dari CNN Internasional, langkah tegas Washington diambil setelah pasukan Garda Revolusi Iran terdeteksi menembaki kapal dagang di Selat Hormuz.
Jalur perairan ini sengaja dieksploitasi Teheran untuk memperkuat posisi tawar mereka dalam diplomasi global.
US Central Command menyatakan pasukan mulai meluncurkan serangan terhadap Iran pada jam 5 sore ET hari Minggu untuk terus mendegradasi kemampuan mereka menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang transit secara bebas di Selat Hormuz.
Fokus utama operasi militer Komando Pusat AS ini adalah melemahkan seluruh infrastruktur militer yang digunakan untuk menyerang kapal sipil.
Langkah penindakan keras tersebut bertujuan memutus kemampuan tempur Iran yang dinilai terus mengganggu ketertiban maritim.
Perintah Langsung Donald Trump
Central Command mengatakan Presiden Donald Trump mengarahkan serangan tersebut untuk menuntut pertanggungjawaban pasukan Iran.
Perintah eksekutif ini seketika memicu pergeseran konfrontasi di Timur Tengah menjadi konflik terbuka yang kian memanas.
Baku tembak di koridor laut strategis kini memperburuk hubungan diplomatik kedua negara yang sudah retak.
Sebelum serangan balasan AS jatuh, Teheran dilaporkan telah lebih dahulu membombardir sejumlah pangkalan militer Washington di kawasan tersebut.
Aksi saling balas ini memicu kepanikan massal di wilayah perbatasan negara-negara tetangga.
Dampak Meluas ke Negara Sekutu
Dampak kehancuran akibat eskalasi ini mulai meluas ke negara-negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah.