Penerimaan Murid Baru Sistem Zona di Kalbar Tuai Polemik, Server Eror Verifikasi Lamban
- Ngadri/siap.viva.co.id
VIVA – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menggunakan sistem zona di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat menuai polemik, pada Senin 13 Juli 2026.
Ketua komisi I DPRD Ketapang, Gusmani Bagian pemerintahan Hukum dan Aparatur, mengatakan banyak menerima keluhan dari orang tua terkait pelaksanaan seleksi penerimaan murid baru ( SPMB) tingkat SMA dan SMK.
"Banyak keluhan soal SPMB, kami meminta agar sosialisasi dan pelayanan ditingkatkan"jelas Gusmani dikutip pada Senin 13 Juli 2026.
Gusmani menambahkan, keluhan utama dari beberapa orang tua siswa yakni Sosialisasi masih minim, ada calon siswa yang gagal lolos karena kurangnya informasi dari sekolah dan banyak orang tua binggung dengan alur pendaftaran.
"Kami minta kepada pemerintah maupun pihak sekolahan segera meningkatkan sosialisasi dan pelayanan, kalau bisa membentuk Posko pengaduan disetiap sekolah, serta memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak bersekolah hanya karena kesulitan memahami proses SPMB, saya berharap agar dipermudah sistemnya, supaya tidak membingungkan orang tua murid"tambah Gusmani.
Lebih lanjut, Gusmani mengatakan, SPMB perlu ditingkatkan ke depan menjadi berapa versi.
" SPMB perlu ditingkatkan ke depan agar proses seleksi menjadi lebih transparan, Adil dan Akuntabel dan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik. Versi yang lengkap ke depan SPMB perlu terus disempurnakan baik dari sisi sistem, mekanisme seleksi maupun pelayanan kepada masyarakat, sehingga pelaksanaannya lebih Efektif, transparan dan Objektif,’’ujarnya
Keluhan serupa juga datang dari salah satu orang tua yang berdomisli di Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak bahwa sistem penerimaan siswa dengan sistem zona di tingkat SMAN menuai masalah lantaran ketersedian sekolah SMA yang masih minim.
‘’Sistim zona buat masalah. Aturan sudah dibuat, namun sekolah belum di sediakan. Hanya satu SMA 14 itupun kuotanya hanya dua kelas sehingga bersaing dengan banyak siswa lainya,’’ujar warga yang tidak mau namanya di publikasikan.
Warga juga menyoroti pendaftaran sistim prestasi dimana server sempat eror dan verifikasi memakan waktu hingga berjam-jam.