Bombardir Basis Militer AS, Sumpah Balas Dendam Khamenei Semakin Mengerikan: Ini Sesuai Kehendak Bangsa Iran
- Moslem Daneshzadeh on Unsplash
Siap – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, menyatakan telah menghancurkan pusat komando dan kendali serta hanggar pesawat nirawak (drone) MQ-9 di Pangkalan Udara Prince Hassan milik AS di Yordania.
IRGC menghancurkan basis militer AS tersebut menggunakan rudal balistik. Mereka juga memperingatkan bahwa agresi Amerika lebih lanjut akan memicu pembalasan yang lebih keras.
"AS dengan memaksakan kehendaknya terhadap Kesultanan Oman, berupaya pada Sabtu malam untuk sekali lagi menguji apa yang sudah pernah diuji, dengan memicu ketegangan melalui pergerakan ilegal sejumlah kapal di selatan Selat Hormuz," bunyi keterangan yang dikutip dari Tasnim News pada Minggu, 12 Juli 2026.
IRGC juga menyatakan bahwa Angkatan Laut-nya telah berhasil menggagalkan upaya tersebut dengan respons yang tegas.
Lebih lanjut IRGC memperingatkan bahwa agresi AS yang terus berlanjut akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras.
Serangan terbaru ini terjadi saat Angkatan Bersenjata Republik Islam melancarkan operasi balasan terkoordinasi terhadap fasilitas militer AS di seluruh kawasan, menyusul serangan lanjutan Amerika di bagian selatan Iran.
Ilustrasi serangan rudal Iran ke wilayah Israel
- Istimewa
Dalam tahapan operasi yang berurutan, IRGC menyatakan pihaknya juga menghantam kapal AS kedua di Selat Hormuz hingga kapal tersebut lumpuh.
Kemudian menargetkan Pangkalan Udara strategis AS Al Udeid di Qatar, dengan menghancurkan pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat tempur serta pusat komando dan kendalinya.
IRGC juga mengumumkan serangan rudal besar-besaran terhadap fasilitas dukungan logistik bagi kapal angkatan laut dan kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman.
Secara terpisah, Angkatan Darat Republik Islam menyatakan telah meluncurkan gelombang drone bunuh diri terhadap fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Serangan ini menyasar sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan lokasi radar di Kuwait, serta sistem komunikasi militer dan instalasi radar AS di Bahrain.
Rudal jumbo Iran bersiap hadapi Amerika Serikat
- Iran 24
Angkatan Darat memperingatkan bahwa tanggung jawab atas konsekuensi serangan AS yang berkelanjutan serta ketidakamanan yang ditimbulkannya di kawasan tersebut akan berada di tangan Amerika dan zionis Israel.
Republik Islam memastikan bahwa agresi lebih lanjut akan memicu respons yang jauh lebih keras.