Di Hadapan Utusan Prabowo, Ketua Parlemen Iran Ungkap Strategi Kalahkan AS, Begini Katanya
- Istimewa
Siap – Ketua Parlemen Republik Islam Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengklaim kesiapan militer negaranya dalam menghadapi serangan, telah membuat Amerika Serikat (AS) dan Israel terdesak hingga akhirnya meminta gencatan senjata.
Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf di hadapan delegasi diplomatik Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani pada Jumat 10 Juli 2026, sore di Kota Masyad, Iran.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, pada kesempatan itu, Ghalibaf juga membeberkan detail soal keterlibatan diplomatik yang pernah dilakukannya.
Ia menegaskan, bahwa Teheran tidak menaruh kepercayaan sedikit pun kepada pemerintah AS.
Sebagai kepala delegasi negosiasi Republik Islam, Ghalibaf juga mengatakan kepada Wakil Presiden AS JD Vence bahwa AS tidak dapat dipercaya.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa Teheran tidak pernah menurunkan kewaspadaan pertahanannya.
Pihaknya pun siap melakukan pertahanan total dan berdiri teguh menghadapi ancaman jika AS mengkhianati kesepakatan tersebut.
Ghalibaf juga menggaris bawahi Teheran tidak pernah mencari peperangan, namun tidak akan diam jika ditindas.
Rudal Iran siap hadapi AS dan Israel
- Istimewa
Ia lalu menilai AS, Israel, dan NATO telah mengalami kegagalan strategis karena salah berasumsi dapat memaksa Republilk Islam menyerah dalam hitungan hari.
Namun tekanan ekonomi, politik, dan media yang masif justru membuat Washington dan Teheran terdesak hingga akhirnya memaksa AS meminta gencatan senjata.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan ucapan bela sungkawa atas gugurnya pimpinan tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Muzani juga menyatakan seluruh rakyat Indonesia turut merasakan duka mendalam atas kehilangan yang dialami bangsa Republik Islam.
"Kami menyampaikan duka cita mendalam dari seluruh rakyat dan pemerintah Indonesia atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Selain menyampaikan belasungkawa, kunjungan ini mempertegas komitmen hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin sejak tahun 1950," katanya dikutip dari akui Instagram @ahmadmuzani pada Minggu, 12 Juli 2026.
Lebih lanjut, Muzani yang hadir bersama Menteri Luar Negeri Sugiono serta pimpinan PBNU dan Muhammadiyah juga menyampaikan beberapa hal.
Pertama, legislator Gerindra ini memastikan Indonesia dan Iran adalah dua negara yang cinta perdamaian.