Iran Tak Bergeming, Selat Hormuz Tetap Ditutup Meski Tekanan Menguat

Ilustrasi Selat Hormuz.
Sumber :
  • Pexels/Planet Volumes

SiapIran kembali mengambil langkah yang memperbesar ketegangan di kawasan Timur Tengah.

img_title Amerika Jadi Target, Iran Siapkan Hadiah Ratusan Juta dan Bonus Khusus

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penghentian sementara lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz setelah insiden yang melibatkan sebuah kapal di jalur strategis tersebut.

IRGC menyatakan Selat Hormuz ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

img_title 6 Syarat Keras Iran Bikin AS Bimbang, Salah Jawab Auto Perang Panjang

Kebijakan itu diambil setelah sebuah kapal yang disebut tidak mematuhi instruksi pelayaran dihentikan melalui tembakan peringatan.

Berdasarkan laporan kantor berita IRNA pada Minggu, 12 Juli 2026, IRGC mengklaim terdapat sejumlah kapal yang mencoba melintasi jalur yang tidak diizinkan.

img_title Misdu Bantah Gudang BBM dan Truk yang Diamankan Polresta Pontianak Miliknya

Menurut IRGC, otoritas sebelumnya telah berulang kali mengingatkan kapal-kapal tersebut agar mengubah rute dan menggunakan jalur pelayaran yang telah ditetapkan.

Situasi disebut semakin memanas setelah salah satu kapal diduga melakukan tindakan yang dianggap provokatif di lokasi kejadian.

IRGC juga mengklaim sebuah kapal mematikan sistem operasionalnya sehingga dinilai membahayakan keselamatan pelayaran di kawasan tersebut.

Tindakan itu, menurut mereka, berpotensi mengganggu keamanan navigasi internasional di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan dan distribusi energi paling penting di dunia.

Penutupan penuh jalur pelayaran tersebut diperkirakan memicu kekhawatiran pasar global, terutama terkait kelancaran distribusi minyak mentah.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia setiap hari.

Meski mendapat sorotan internasional, Teheran menegaskan tidak akan mengubah kebijakannya.

IRGC menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dan selama intervensi Amerika Serikat di kawasan masih berlangsung.

Keputusan tersebut diperkirakan akan semakin memperburuk hubungan Iran dengan negara-negara Barat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Untuk sementara, IRGC juga memastikan tidak ada aktivitas pelayaran yang diizinkan melintasi jalur tersebut.

"Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas," demikian pernyataan IRGC.

Selain menutup Selat Hormuz, Iran juga kembali menyampaikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang dianggap mengancam kedaulatannya.

IRGC menegaskan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan dibalas dengan tindakan yang lebih besar.

Termasuk menyerang pangkalan-pangkalan yang mereka sebut sebagai milik "musuh" di kawasan.