Timur Tengah Membara, AS Kembali Bombardir Iran, Selat Hormuz Auto 'Digembok' Sinyal Perang Terbuka Terkirim?

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Meski demikian, Warrick memperkirakan dalam waktu dekat belum akan terjadi serangan besar-besaran terhadap ibu kota Teheran maupun aksi balasan Iran secara langsung terhadap negara-negara Teluk.

img_title Pangkalan AS Diserang Iran, Citra Satelit China Jadi Sorotan

"Konflik akan berlangsung dalam pola eskalasi yang naik-turun, dengan serangan terbatas yang terjadi secara berkala, diselingi upaya diplomatik dan pernyataan politik untuk meredakan ketegangan," kata Warrick.

Menurut Warrick, pola seperti itu dapat berlangsung selama beberapa pekan, bahkan berbulan-bulan, apabila tidak ada terobosan diplomatik yang mampu menghentikan konflik.

img_title Perang Belum Reda, Iran Justru Buka Opsi yang Bikin Dunia Cemas

Jika Selat Hormuz benar-benar terganggu, para analis energi global memperingatkan bahwa harga minyak dunia bisa melonjak melewati angka $100 per barel, yang memicu inflasi global baru.

Selat Hormuz Ditutup Tanpa Batas Waktu, Dunia Terancam Krisis Energi?

img_title Bukan Sekadar Sindiran, Iran Tegaskan Keamanan Timur Tengah Tak Perlu Campur Tangan AS

Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan.

Keputusan drastis ini diambil setelah sebuah kapal yang dituduh mengabaikan instruksi pelayaran dihentikan paksa akibat terkena tembakan peringatan.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita IRNA pada Minggu (12/7/2026), IRGC menyebut sejumlah kapal berupaya melintasi jalur yang tidak diizinkan.

Padahal, pihak otoritas diklaim telah berulang kali memberikan peringatan agar kapal-kapal tersebut mengubah haluan dan menggunakan rute yang disetujui.

Selain pelanggaran rute, situasi diperparah oleh tindakan provokatif salah satu kapal di lokasi kejadian. IRGC juga menyatakan satu kapal mematikan sistem operasinya sehingga membahayakan keamanan pelayaran.

Langkah ini dinilai membahayakan navigasi internasional di salah satu jalur logistik terpenting dunia tersebut.

Blokade total ini dipastikan akan memicu kekhawatiran global, terutama terkait pasokan minyak mentah dunia.

Pasalnya, Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi bagi hampir seperlima konsumsi minyak dunia setiap harinya.

Namun, Teheran tampaknya tidak goyah dengan tekanan eksternal. IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.

Ketegangan geopolitik ini diprediksi akan membuat hubungan Iran dan Barat semakin meruncing dalam beberapa hari ke depan. Pihak IRGC pun menutup ruang negosiasi di jalur laut tersebut untuk sementara waktu.

Halaman Selanjutnya
img_title