Trump Klaim Jadi Target Iran, Gedung Putih Langsung Perketat Keamanan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sumber :
  • Instagram

Fokus utama proyek tersebut sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat sistem keamanan kompleks kepresidenan.

img_title Iran Hancurkan Markas AS, Pengakuan Pejabat Pentagon Bikin Geger

Pemerintahan Trump juga mengusulkan pembangunan pagar permanen di kawasan Lafayette Square yang berada di sisi utara Gedung Putih.

Pagar tersebut dirancang agar kawasan dapat ditutup dengan cepat ketika diperlukan tanpa harus bergantung pada barikade sementara seperti yang selama ini digunakan.

img_title Rusia dan China Kompak Bela Iran, AS dan Sekutunya Naik Pitam

Usulan pembangunan itu telah diajukan oleh Secret Service bersama Kantor Eksekutif Presiden dan Departemen Dalam Negeri kepada Komisi Seni Rupa Amerika Serikat.

Apabila memperoleh seluruh persetujuan yang dibutuhkan, pembangunan pagar dijadwalkan dimulai secara bertahap pada 2027.

img_title Pengakuan Jujur Petinggi Militer AS Akui Markasnya Bertubi-tubi Dihantam Iran: Dampaknya Sungguh Dahsyat

Penguatan sistem keamanan dilakukan setelah Donald Trump beberapa kali menjadi sasaran ancaman pembunuhan, termasuk saat menghadiri White House Correspondents' Dinner pada April lalu.

Bulan sebelumnya, aparat keamanan juga mengungkap dugaan rencana serangan terhadap ajang UFC yang direncanakan berlangsung di halaman selatan Gedung Putih.

Berbagai ancaman tersebut menjadi dasar pemerintah memperkuat pengamanan kompleks kepresidenan.

Selain pembangunan pagar, pemerintah juga merancang ballroom baru seluas sekitar 90.000 kaki persegi yang akan dilengkapi fasilitas keamanan modern seperti pelabuhan drone, pos penembak jitu, hingga bunker bawah tanah.

Sementara itu, proyek penguatan pintu utama Gedung Putih ditargetkan selesai pada pertengahan September.

Ketegangan Washington dan Teheran semakin memanas setelah kedua negara kembali terlibat aksi saling balas serangan rudal.

Di tengah konflik tersebut, muncul laporan bahwa Iran diduga menyiapkan skenario untuk membunuh Donald Trump.

Laporan itu langsung memicu respons keras dari Presiden Amerika Serikat.

Dikutip dari kanal YouTube Kompas pada Sabtu, 11 Juli 2026, Trump melalui akun media sosial pribadinya mengancam akan menghancurkan Iran apabila Teheran berani mencoba membunuh dirinya.

Dalam unggahan tersebut, Trump mengklaim Amerika Serikat telah menyiagakan sekitar 1.000 rudal yang diarahkan ke Iran dan siap digunakan kapan saja.

Ia juga menyatakan militer Amerika Serikat akan tetap berada dalam kondisi siaga tempur selama satu tahun ke depan dan masa siaga itu dapat diperpanjang apabila diperlukan.

Sebelumnya, saat konferensi pers di Ankara, Turkiye, pada Rabu, 8 Juli 2026, Trump menyatakan dirinya telah menjadi target utama rencana pembunuhan yang diduga disusun pemerintah Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title