Eks Panglima IRGC Iran Targetkan Nyawa Trump dan Netanyahu: Jangan Sampai Lolos
- Istimewa
"Ini profesi yang sangat berbahaya. Saya nomor satu dalam daftar target pembunuhaan Iran, tapi saya tidak peduli, karena saya melakukan pekerjaan saya," katanya.
Menyusul klaim tersebut, Otoritas Israel dilaporkan telah membagikan informasi intelijen terbaru kepada Washington.
Data intelijen ini disebut menunjukkan adanya rencana baru yang disusun Teheran untuk membunuh Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump takut dibunuh Iran
- Istimewa
Meski isu ini telah beredar luas, kedutaan besar Israel di Washington dan Gedung Putih menolak untuk memberikan komentar resmi.
Di sisi lain, misi Republik Islam untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB juga belum memberikan respons mengenai rumor rencana pembunuhan ini.
Ancaman pembunuhan terhadap Trump sebenarnya bukan kali pertama mencuat.
Melansir The Wall Street Journal selama bertahun-tahun, Teheran telah secara terbuka menyatakan sumpah untuk membalas kematian Jenderal Qassem Soleimani.
Komandan senior IRGC itu tewas dalam serangan drone AS atas perintah langsung dari Trump pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden pada 3 Januari 2020.
Seruan untuk membunuh Trump sebagai pembalasan juga berkumandang dalam rangkaian pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei.