Iran Tak Tinggal Diam, Konflik dengan Amerika Serikat Guncang Selat Hormuz

Potret ilustrasi Selat Hormuz
Sumber :
  • Istimewa/The Times of India

Siap – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran internasional.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz dilaporkan turun drastis setelah Washington kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dalam dua hari berturut-turut.

Aktivitas maritim di jalur strategis Selat Hormuz nyaris berhenti menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Berdasarkan data pelacakan kapal yang dikutip Bloomberg News, di antara kapal-kapal berukuran besar hanya terlihat satu kapal tanker super yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat meninggalkan Teluk bersama sebuah kapal kontainer berbendera Iran.

Laporan tersebut juga mencatat hanya terdapat 14 kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz dari dua arah dalam sehari.

img_title Perang AS-Iran Belum Reda, Dugaan Pembahasan Nuklir Terungkap

Jumlah itu menjadi yang terendah sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman mengenai pembicaraan damai pada 16 Juni lalu.

Sebelum ketegangan kembali meningkat, rata-rata sebanyak 34 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari selama tiga pekan setelah kedua negara menyepakati pembukaan jalur diplomasi.

Situasi berubah setelah militer Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer besar-besaran dengan menggempur 90 titik di berbagai wilayah Iran pada Kamis, 9 Juli 2026.

Pusat Komando Militer Amerika Serikat untuk kawasan Timur Tengah (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran internasional di Selat Hormuz.

"Untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang tidak bersalah di Selat Hormuz".

CENTCOM juga menjelaskan sasaran operasi mencakup berbagai fasilitas militer strategis milik Iran.

"Pasukan AS menyerang sekitar 90 target militer Iran termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran," demikian keterangan CENTCOM pada media sosial X.

Mengutip Al Jazeera, CENTCOM menyebut serangan terbaru tersebut dilaksanakan setelah pasukan Amerika Serikat lebih dahulu menjalankan operasi ofensif pada malam sebelumnya.

Rangkaian serangan yang berlangsung dalam dua hari berturut-turut itu semakin meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran.

Sekaligus memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional yang melintasi Selat Hormuz, salah satu rute distribusi energi terpenting di dunia.