Serangan Rudal Iran Bikin AS Kelabakan? Langit Timur Tengah Makin Mencekam

Ilustrasi rudal Iran di balik konflik AS. Indonesia ikut bersiap
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Teheran mengklaim berhasil menghantam sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Serangan yang disebut sebagai fase kedua operasi balasan itu memicu respons cepat Washington dengan mengerahkan kekuatan udara tambahan ke wilayah Teluk.

Pusat komando dan kendali Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah menjadi sasaran serangan Iran pada Kamis, 9 Juli 2026, sekitar pukul 14.20 waktu setempat.

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bertanggung jawab atas operasi tersebut.

Mengutip laporan Al Mayadeen pada Jumat, 10 Juli 2026, serangan itu diklaim tidak hanya menghantam pusat komando utama Amerika Serikat, tetapi juga merusak Pangkalan Udara Muwaffaq Salti atau Pangkalan Azraq yang berada di Yordania.

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

Dalam operasi tersebut, Iran disebut menggunakan 10 rudal balistik taktis yang diarahkan ke sasaran militer secara presisi.

Kemunculan rudal-rudal tersebut di wilayah udara langsung memicu kepanikan di Yordania.

Sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah sebagai tanda kewaspadaan terhadap ancaman yang datang.

Situasi yang semakin menegang membuat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman mengeluarkan peringatan darurat bagi seluruh warga negaranya.

Pemerintah Amerika Serikat meminta seluruh warganya di wilayah tersebut segera mencari tempat yang aman untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan berupa rudal maupun drone.

IRGC kemudian mengeluarkan peringatan kepada militer Amerika Serikat agar tidak kembali melakukan agresi di kawasan tersebut.

Iran juga menegaskan bahwa apabila Washington memilih membalas serangan, maka seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat disebut berpotensi menjadi target berikutnya.

Pemerintah Amerika Serikat merespons serius dampak yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.

Pada Jumat, 10 Juli 2026, Washington segera mengambil langkah militer dengan mengerahkan kekuatan udara tambahan ke kawasan Teluk sebagai bagian dari upaya menghadapi situasi yang terus berkembang.

Meningkatnya eskalasi konflik antara Washington dan Teheran memicu aktivitas militer yang semakin intens di kawasan strategis tersebut.

Berdasarkan analisis data pelacakan penerbangan, sejumlah pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat terpantau mulai beroperasi di wilayah Teluk dan sekitarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title