4 Strategi Baru Iran yang Bikin Amerika Serikat Diambang Kehancuran, Israel Bisa Apa?

Rudal balistik Iran siaga hadapi AS dan Israel
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Perseteruan antara Iran dengan Amerika Serikat kembali berlanjut. Kedua negara itu kembali terlibat saling serang pada Kamis, 9 Juli 2026.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Kejadian bermula ketika militer Republik Islam Iran melancarkan tembakan ke arah kapal asing yang melintas di kawasan Selat Hormuz.

Aksi ini direspon Amerika Serikat dengan menyerang sejumlah wilayah di pesisir Republik Islam. 

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Presiden AS Donald Trump bahkan dengan lantang menyebut, bahwa perjanjian gencatan senjata telah berakhir.

Teheran langsung menanggapi ancaman tersebut dengan rentetan serangan ke wilayah Timur Tengah yang menjadi basis pertahanan AS. 

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Lantas seperti apa kelanjutan atas aksi saling serang ini?

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Iran disebut telah menyusun empat strategi baru untuk menghadapi AS setelah konflik bersenjata antar dua negara ini kembali pecah. 

Tak hanya mengandalkan kekuatan rudal, Teheran kini berfokus memanfaatkan posisi geografisnya untuk menekan kepentingan ekonomi AS dan sekutunya, terutama jalur distribusi minyak dunia.

Tentara Iran patroli di kawasan Selat Hormuz

Photo :
  • Tasnim News

The Telegraph melaporkan pada Kamis, 9 Juli 2026, para pemimpin Teheran menyebut kekuatan terbesarnya bukan hanya persenjataan, tetapi letak strategis yang menguasai jalur pelayaran energi vital dunia. 

Strategi baru tersebut muncul di tengah memanasnya kembali konflik setelah gencatan senjata berubah menjadi konflik terbuka.

Lalu, apa saja empat taktik baru Republik Islam Iran dalam melawan Amerika Serikat kali ini? 

1. Menutup Jalur Strategis

Kantor berita Fars mengungkap empat langkah utama Iran jika eskalasi konflik terjadi. 

Langkah pertama yakni menutup Selat Hormuz, jalur distribusi minyak dunia. 

Iran disebut dapat menyerang kapal tanker, memasang ranjau laut, hingga menyerang fasilitas produksi dan kilang minyak negara-negara tetangga.

Strategi ini dinilai sebagai langkah terkuat Teheran, karena penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi global, dan meningkatkan tekanan ekonomi negara-negara barat. 

Laporan Bloomberg yang dikutip The Telegraph menyebut hanya satu kapal tanker yang melintasi jalur tersebut, sementara di jalur Oman tak terdeteksi adanya lalu lintas pelayaran.

2. Putus Logistik Musuh

Langkah kedua adalah memperluas tekanan ke Selat Bab el-Mandeb, jalur sempit penghubung Laut Merah dengan Teluk Aden. 

Halaman Selanjutnya
img_title