Republik Islam Buktikan Ancamannya: Balasan Cepat Iran Bungkam Gertakan Amerika Serikat

Rudal Iran bersiap hadapi agresi militer AS
Sumber :
  • Istimewa

Dan kesiapan itu terlihat dari cepatnya Iran memulihkan mesin perangnya setelah gelombang serangan Amerika Serikat. 

img_title Iran Geser Strategi Hadapi AS, Balasan Lebih Berat Mulai Diperingatkan

The Wall Street Journal melaporkan pasukan AS sebelumnya menargetkan titik-titik di Sirik, Qeshm, Bandar Abbas termasuk Pulau Abu Musa dan kepulauan Tanpus di sekitar Selat Hormuz. 

Wilayah-wilayah itu sebelumnya digempur dalam perang yang dimulai pada 28 Februari dan berlangsung hingga gencatan senjata berlaku pada 7 April 2026.

img_title Iran Peringatkan Korea Selatan: Bantu Amerika di Selat Hormuz Berarti Siap Perang

Namun setelah itu Iran tidak diam. Pejabat senior Amerika Serikat mengakui Teheran justru cepat membangun kembali kemampuan militernya di kawasan itu. 

Salah satunya dengan memindahkan rudal portable untuk menggantikan posisi-posisi tetap yang sudah dihancurkan. 

img_title Legislator Iran Ultimatum Menteri Perang AS: Serang Aset Kami, Maka Kalian Akan Diserang

Bukan cuma itu, sejak gencatan senjata Iran juga disebut sudah menggali kembali rudal dan peluncur yang sebelumnya rusak atau tertimbun akibat serangan Amerika Serikat.

Hasilnya rezim Iran kini dikatakan sudah bisa mengakses selebih dari setengah stok rudal dan peluncur yang mereka miliki sebelum konflik meledak. 

Ilustrasi rudal Iran di balik konflik AS. Indonesia ikut bersiap

Photo :
  • Istimewa

Jadi yang terlihat di Teluk bukan sekedar aksi balasan biasa. 

Ini adalah sinyal bahwa Iran masih punya nafas tempur, masih punya cadangan daya tempur, dan masih bisa bergerak cepat meski baru saja diguncang perang yang berada dalam suasana duka nasional.

Dan dari sinilah pertanyaan besarnya muncul. Jika dalam kondisi sesempit itu saja Iran masih bisa memulihkan diri dan menyiapkan serangan. 

Apakah Washington selama ini memang salah menghitung ketahanan perang Teheran?