Republik Islam Buktikan Ancamannya: Balasan Cepat Iran Bungkam Gertakan Amerika Serikat

Rudal Iran bersiap hadapi agresi militer AS
Sumber :
  • Istimewa

Sebaliknya, pengeboman sekutu ke Jerman juga tidak langsung mematahkan perlawanan rezim Nazi.

img_title Sangar, Dalam Semalam Iran Hancurkan 9 Pesawat Tempur AS, Washington Makin Tekor

Jerman baru runtuh setelah pasukan darat sekutu terus mendesak dari berbagai arah. Pengalaman Jepang juga menjadi salah satu contoh paling jelas. 

Pengeboman kota-kota Jepang memang menimbulkan kerusakan besar. 

img_title Iran Dapat 'Pelajaran Mahal' dari AS dan Israel, Hasilnya Wajib Diwaspadai Lawan

Namun, penyerahan Jepang baru terjadi setelah bom Hiroshima dan Nagasaki dan masuknya Uni Soviet ke medan perang di Manchuria.

Artinya bukan serangan udara semata yang memaksa Tokyo menyerah. 

img_title AS Kehilangan Aset Canggih di Hormuz, Iran Ungkap Klaim Mengejutkan

Pola yang sama kembali terjadi dalam perang Vietnam. Amerika Serikat menjatuhkan sekitar 7,6 juta ton bom. 

Hampir tiga kali lipat dari total bom yang dijatuhkan Amerika di teater Eropa dan Pasifik selama perang dunia kedua.

Namun, Vietnam Utara tetap bertahan di mana perang justru berakhir melalui perjanjian Paris tahun 1973. 

Dan 2 tahun kemudian Vietnam Utara berhasil menaklukkan Vietnam Selatan. 

Bahkan RAND Corporation sudah memberikan peringatan dalam penelitiannya pada tahun 1996. 

Lembaga riset tersebut menyimpulkan bahwa kekuatan udara saja hampir tidak pernah cukup untuk memaksa musuh menerima syarat yang diinginkan.

Keberhasilan serangan udara harus didukung faktor lain seperti ancaman invasi darah. Dalam kasus Iran, kondisi tersebut dinilai tidak terpenuhi. 

Amerika Serikat tidak menunjukkan rencana invasi darat dalam skala besar. Washington juga tidak memiliki sekutu lokal yang mampu menggulingkan pemerintah Iran dari dalam.

Sementara di pihak Iran mereka masih memiliki kemampuan melancarkan serangan balasan baik melalui drone rudal maupun tekanan terhadap jalur kelayaran di Selat Hormuz. 

Hingga kini konflik pun belum benar-benar berakhir. Iran masih menunjukkan kemampuan melakukan serangan balasan. 

Sementara Amerika terus mengandalkan operasi udara untuk menekan Teheran.

Republik Islam Mode Tempur

Iran ternyata tak perlu menunggu situasi tenang untuk masuk mode tempur. 

Di tengah suasana bergabung dalam prosesi pemakaman terakhir Ali Khamenei, Teheran tetap mampu menjalankan operasi militer dan menyiapkan balasan. 

Artinya, Iran bukan hanya punya rudal, tapi juga punya kesiapan perang yang tetap berjalan, bahkan saat negara sedang berada dalam momen paling sensitif sekalipun.

Halaman Selanjutnya
img_title