Iran Kirim Pesan Menohok, Pernyataan Terbaru Ini Bikin Situasi Makin Memanas

Ilustrasi perang Iran dan Amerika Serikat.
Sumber :
  • Istimewa

Kembalinya armada tanker itu dinilai menjadi sinyal bahwa Washington tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik yang berlangsung lebih lama.

img_title Gawat! Iran Kini Bakal Lebih Ofensif Hadapi Ancaman Militer, AS-Israel Siap siap Dapat Kejutan ?

Iran pun langsung memberikan respons atas serangan terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Melalui siaran televisi pemerintah Iran, IRGC mengklaim telah menembakkan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.

Target yang disebut menjadi sasaran meliputi Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta fasilitas militer Jufair dan Syekh Isa di Bahrain.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

IRGC juga menegaskan bahwa operasi tersebut bukan menjadi akhir dari aksi balasan mereka.

Iran memperingatkan akan memperluas serangan ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat lainnya di Timur Tengah apabila Washington kembali melakukan operasi militer terhadap wilayah Republik Islam.

Sebelumnya, militer Iran menyampaikan bahwa delapan personel angkatan udara dan angkatan laut tewas akibat serangan Amerika Serikat di wilayah selatan negara itu, termasuk Bandar Abbas dan Bushehr.

Serangan balasan Iran kemudian memicu kewaspadaan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Militer Kuwait pada Kamis, 9 Juli 2026, menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan drone yang memasuki wilayah negaranya.

Melalui unggahan di platform X, staf khusus Angkatan Darat Kuwait menjelaskan suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang menghancurkan ancaman tersebut.

Pemerintah Kuwait tidak secara langsung menyebut pihak yang melancarkan serangan.

Namun sebelumnya IRGC memang telah memasukkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait sebagai salah satu target operasi balasan mereka.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Teheran saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Trump mengatakan Amerika Serikat tidak menginginkan perang berkepanjangan, namun siap memberikan respons besar apabila Iran kembali menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengumumkan berakhirnya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title