Kembali Memanas, Iran Tantang Amerika-Israel Perang Terbuka: Jika Kalian Punya Nyali Silahkan Datang
- Istimewa
Target yang disebut diserang adalah Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta fasilitas militer Jufair dan Syekh Isa di Bahrain.
IRGC juga memperingatkan bahwa serangan tersebut belum menjadi akhir.
Mereka mengancam akan memperluas serangan ke pangkalan-pangkalan Amerika lainnya di kawasan Timur Tengah apabila Washington kembali melakukan operasi militer terhadap Iran.
Sebelumnya militer Iran menyatakan delapan personel angkatan udara dan angkatan laut Iran tewas akibat serangan Amerika di wilayah selatan negara itu termasuk Bandar Abbas dan Bushehr.
Serangan balasan Iran kemudian memicu respon dari negara-negara teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Militer Kuwait pada Kamis, 9 Juli 2026 menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan rudal dan dron yang masuk ke wilayahnya.
Dalam pernyataannya di media sosial X, staf khusus Angkatan Darat Kuwait mengatakan suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang berhasil menghancurkan ancaman tersebut.
Kuwait tidak secara langsung menyebut siapa pelaku serangan.
Namun pernyataan IRGC sebelumnya menyebut pangkalan Amerika di negara itu sebagai salah satu target operasi balasan Iran.
Ancaman Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga kembali memberikan peringatan kepada Teheran saat menghadiri KTT NATO di Ankara Turki pada Rabu, 8 Juli 2026.
Trump mengatakan, bahwa Amerika tidak mencari perang jangka panjang, tetapi akan memberikan respon besar jika Iran kembali menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa serangan Teheran akan mendapatkan balasan yang jauh lebih besar.
Dalam kesempatan itu, Trump mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Teheran berakhir di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.
Ia bahkan melontarkan pernyataan dengan nada menghina pemimpin Teheran.
"Saya pikir itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka. Mereka sampah, mereka orang-orang sakit, mereka dipimpin oleh orang-orang sakit jiwa, dan mereka orang-orang yang kejam dan brutal," katanya.
"Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya," sambung dia.
Tak hanya itu, Trump juga menuduh Republik Islam berulang kali menyalahartikan apa yang telah disepakati dalam gencatan senjata.