Kembali Saling Serang, Konflik AS vs Iran Berujung Perang Skala Besar? Teheran: Kami Tidak Akan Tunduk!

Potret ilustrasi Amerika Iran
Sumber :
  • Istimewa

"Ini adalah pembalasan atas pengeboman kapal-kapal oleh Iran kemarin. Jika itu terjadi lagi, situasinya akan jauh lebih buruk!" tulis Trump.

img_title Iran Olok-olok AS yang Kelimpungan Sembunyikan Trump: Mungkin Harus Bersembunyi di Tong Sampah

Trump memperingatkan bahwa situasinya akan jauh lebih buruk jika serangan terhadap pelayaran kembali terjadi.

Kendati demikian, pada hari yang sama, ia sempat melunak dengan mengatakan rangkaian saling serang terbaru itu tidak akan berujung pada operasi militer jangka panjang.

img_title AS Ngaku Kelimpungan Hadapi Iran, IRGC Siap siap Perang Jangka Panjang?

"Apa pun yang terjadi akan berlangsung sangat cepat," kata Trump.

Namun, ia juga membuka kemungkinan bahwa militer AS akan menuntaskan operasi tersebut.

img_title Berbulan-bulan Digempur, Iran Ungkap Apa yang Tersisa dari Kekuatan Militernya

Trump kembali menyampaikan ancaman lamanya untuk menyerang infrastruktur sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi, serta merebut Pulau Kharg, pusat produksi minyak Iran.

Eskalasi ini terjadi setelah tiga kapal tanker diserang pada Selasa (7/7), yang langsung direspons AS dengan serangan udara.

Pasukan Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah lokasi militer AS di Teluk Persia.

Di pihak lawan, Iran menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata sementara memberinya hak untuk mengatur lalu lintas di selat tersebut.

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, salah satu negosiator utama dalam perundingan untuk mencapai penghentian perang secara permanen, bersikap menantang lewat unggahan di X.

"Era perundungan dan pemerasan sudah berakhir. Itu tidak akan membawa hasil. Kami tidak akan tunduk," tulisnya.