Iran Buka Suara soal Tekanan AS, Klaim Washington Sudah Kehilangan Pengaruh
Siap – Prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terus menjadi perhatian dunia.
Di tengah rangkaian acara tersebut, pejabat tinggi Iran kembali melontarkan pernyataan keras kepada Amerika Serikat.
Mengutip kantor berita IRNA, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Amerika Serikat telah berulang kali melanggar nota kesepahaman (MoU) yang berisi 14 poin kesepakatan antara kedua negara.
Melalui unggahan di platform X pada Rabu dini hari, Ghalibaf membeberkan sejumlah tindakan yang menurutnya menunjukkan inkonsistensi Washington.
Ia menyoroti berbagai persoalan, mulai dari perubahan sikap terkait Selat Hormuz, ancaman serangan lanjutan terhadap Iran, pemberlakuan kembali sanksi terhadap sektor minyak, serangan ke wilayah selatan Iran, hingga dukungan terhadap agresi Israel di Lebanon.
Menurut Ghalibaf, berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa kebijakan tekanan terhadap Teheran masih terus dijalankan. Namun, ia menilai strategi tersebut tidak lagi efektif.
"Era intimidasi dan pemerasan telah berakhir. Cara seperti itu tidak akan membuahkan hasil. Iran tidak akan pernah tunduk," tegasnya.
Sementara itu, mantan Kepala Kepolisian Iran yang juga mantan Brigadir Jenderal Republik Islam, Esmail Ahmadi Moghaddam, turut menanggapi isu mengenai tidak hadirnya delegasi Indonesia pada tahapan awal prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut Moghaddam, absennya perwakilan Indonesia pada rangkaian awal acara sama sekali tidak memengaruhi hubungan baik antara kedua negara.
Ia menegaskan Indonesia tetap dipandang sebagai sahabat dekat Iran, terutama karena memiliki populasi Muslim yang besar dan hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
"Asia Tenggara, khususnya Indonesia, merupakan salah satu pusat besar umat Islam. Hubungan kami dengan Indonesia selalu berjalan sangat baik dan akan terus dipertahankan," ujarnya pada Minggu, 5 Juli 2026.
Moghaddam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh negara yang telah mengirimkan delegasi, namun ia memahami apabila ada negara yang berhalangan hadir karena berbagai alasan.
Ia kembali menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara sahabat Iran, baik dari sisi pemerintah maupun rakyatnya.
"Musuh kami adalah persoalan yang berbeda. Indonesia termasuk negara sahabat kami. Pemerintahnya maupun jutaan rakyat Muslimnya memiliki hubungan baik dengan Iran dan kami akan terus menjaga persahabatan tersebut sembari menghadapi berbagai ancaman dari pihak yang memusuhi kami," katanya.