GREAT Institute Menyarankan Presiden Prabowo Menghadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Poto bersama usai acara FGD GREAT Institute
Sumber :
  • Istimewa

Karena itu, penguatan ketahanan nasional perlu menjadi prioritas Indonesia. Tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan energi, pangan, fiskal, informasi, maritim, serta penguasaan teknologi strategis.

img_title Target Rahasia Trump Terbongkar! Situs Nuklir 'Mustahil Tembus' Iran Kini Jadi Sasaran Utama Militer AS?

Ketahanan domestik yang kuat merupakan prasyarat agar Indonesia mampu menjalankan politik luar negeri bebas aktif secara lebih berwibawa di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Selain itu, forum menilai bahwa perkembangan geopolitik saat ini menuntut Indonesia untuk memperluas pendekatan diplomasi.

img_title Buktikan Ancaman, Iran Bombardir Pangkalan Militer AS di Lima Negera Ini, Jadi Target Utama Rudal Balistik?

Selain diplomasi antarpemerintah (government to government), hubungan antarmasyarakat (people-to-people diplomacy) juga perlu diperkuat sebagai instrumen membangun kepercayaan, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di berbagai kawasan dunia.

Pendekatan tersebut merupakan bagian penting dari tradisi diplomasi Indonesia sejak masa awal kemerdekaan yang perlu terus dikembangkan sesuai tantangan global saat ini.

img_title Iran Sebar Ancaman: Pangkalan AS dan Negara Tetangga Kini Jadi 'Target Sah'

Melalui FGD ini, GREAT Institute memandang bahwa konflik Amerika–Iran tidak hanya perlu dilihat sebagai konflik regional di Timur Tengah, tetapi juga sebagai momentum bagi Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi geopolitik, arah kebijakan luar negeri, dan konsep kepentingan nasionalnya.

Dengan modal sumber daya alam yang besar, posisi geografis yang strategis, serta peran penting dalam berbagai organisasi internasional, Indonesia memiliki peluang untuk tampil sebagai kekuatan menengah (middle power) yang mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional secara lebih percaya diri di tengah perubahan tatanan dunia.

Sebagai penutup diskusi, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr. Syahganda Naninggolan, menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan luar negeri Indonesia pasca perang Amerika Serikat dan Iran.

Pertama, Presiden Prabowo diharapkan dapat menunjukkan penghormatan diplomatik yang lebih tinggi kepada Iran, salah satunya melalui kehadiran langsung pada momentum penting diantaranya pemakaman Ayatollah Ali Khamenei atau melalui lawatan kenegaraan ke Iran.

Langkah tersebut dinilai dapat mencerminkan keseriusan Indonesia dalam membangun hubungan bilateral yang lebih erat dengan Iran.

Kedua, hubungan Indonesia dan Iran diharapkan terus diperkuat sejalan dengan semangat solidaritas yang telah dibangun sejak Konferensi Asia Afrika.

Halaman Selanjutnya
img_title