Berkaca dari Perang Iran, Prabowo Borong Rudal Supersonik yang Sulit Dicegat Musuh, Ini Speknya!

Ilustrasi rudal Iran di balik konflik AS. Indonesia ikut bersiap
Sumber :
  • Istimewa

Benturan fisik dari badan rudal saja tetap mampu menimbulkan kerusakan serius pada kapal perang lawan.

img_title Iran Tebar Serangan Besar, AS Kini Dikepung dari Berbagai Arah

Sistem peluncur Brahmos yang bersifat mobile menggunakan kendaraan truk juga sangat menguntungkan. 

Peluncur ini fleksibel untuk ditempatkan di titik-titik geografis strategis Indonesia.

img_title AS Dikejutkan Gelombang Serangan Baru Iran, Kawasan Teluk Siaga Tinggi

Lokasi penempatan bisa difokuskan di Pulau Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, atau kawasan Alki. 

Skema ini diproyeksikan untuk membangun kemampuan pertahanan pantai yang kuat demi menjaga kedaulatan wilayah perairan nasional.

img_title Stok Rudal Balistik AS Terkuras Perang Iran, Trump Blunder Lagi?

Kabar pengadaan alat utama sistem persenjataan ini bermula dari laporan kantor berita AFP. 

Kesepakatan kerja sama sistem Brahmos tersebut lahir dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri India Narendra Modi pada 7 Juli 2026 di Jakarta. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randir Jiswall juga telah mengonfirmasi kabar ini secara resmi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait membenarkan adanya kerja sama ini. 

Menurut dia, strategi ini diambil untuk mendukung kemampuan pertahanan pesisir maritim Indonesia.

Namun, pihak Kementerian Pertahanan menegaskan rincian jumlah unit, nilai kontrak, maupun spesifikasi teknis pengadaan bersifat rahasia. 

Sebelum Indonesia, Filipina juga telah lebih dulu menjadi operator pertama di Asia Tenggara yang membeli sistem rudal tersebut.

Iran Sebut Indonesia Kawan Baik

Mantan perwira tinggi Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Esmail Ahmadi Moghaddam, ikut angkat bicara soal ketidak hadiran perwakilan Indonesia dalam prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.

Ia menegaskan, bahwa Iran tidak mempermasalahkan absennya perwakilan atau delegasi Indonesia pada prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. 

Moghaddam bahkan memastikan, bahwa Indonesia dan jutaan umat Muslimnya adalah sahabat dekat Iran, sehingga ketidakhadiran fisik pada rangkaian awal prosesi tidak akan merusak hubungan baik kedua negara.

“Asia Tenggara dan Indonesia merupakan salah satu basis besar Islam. Kami telah dan terus menjalin hubungan yang sangat baik,” katanya pada Minggu, 5 Juli 2026.

Lebih lanjut mantan Kepala Kepolisian Iran yang kini memimpin Universitas Pertahanan Nasional di negara tersebut menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang hadir, namun memaklumi pihak yang berhalangan. 

Halaman Selanjutnya
img_title