Berkaca dari Perang Iran, Prabowo Borong Rudal Supersonik yang Sulit Dicegat Musuh, Ini Speknya!

Ilustrasi rudal Iran di balik konflik AS. Indonesia ikut bersiap
Sumber :
  • Istimewa

Panjangnya sekitar 8 meter dengan diameter badan mencapai 70 cm.

img_title Strategi AS Hadapi Iran Jadi Sorotan, Laporan Internasional Ungkap Alasannya

Berat peluncurannya berkisar antara 2.200 hingga 3.000 kg tergantung jenis platform yang digunakan. 

Rudal ini juga dirancang mampu membawa hulu ledak konvensional seberat 200 hingga 300 kg. 

img_title Iran Kembali Gempur Markas AS dengan Operasi Nasr 2, Sekutu Washington Auto Kicep

Karakteristik utama yang menonjol dari senjata ini adalah kemampuannya untuk terbang rendah.

Rudal menggunakan teknik scaming di atas permukaan laut guna menghindari deteksi radar lawan. 

img_title 6 Kesalahan Fatal yang Bikin AS Babak Belur Hadapi Iran: Kesombongan Trump Berbuah Petaka

Selain itu, Brahmos dilengkapi dengan teknologi siluman. Sistem navigasi inersia dan konektivitas satelit. 

Pada fase akhir penerbangan, pelacak radar aktif akan bekerja untuk memastikan akurasi tembakan. 

Kombinasi teknologi ini membuat rudal melesat stabil pada kecepatan Mah 2,8 hingga MA 3.

Melalui laporan komparatif, performa kecepatan Brahmos berada di kasta tertinggi.

Sebagai perbandingan, rudal Tomahawk buatan AS dan Storm Shadow buatan Eropa bergerak lebih lambat. 

Kedua rudal bara tersebut beroperasi pada kecepatan subsonik atau di bawah kecepatan suara yaitu sekitar Mah 0,8.

Meskipun Tomahawk memiliki jangkauan serang lebih jauh hingga 1600 km, kecepatannya memberikan waktu reaksi bagi lawan. 

Sistem pertahanan udara musuh memiliki waktu lebih lama untuk mendeteksi dan mencegatnya. 

Sementara itu, rudal jelajah YJ18 milik Cina juga bergerak dengan kecepatan subsonik di awal penerbangan.

Rudal China ini baru berakselerasi mencapai Mah 3 pada fase akhir saat mendekati sasaran. 

Untuk varian ekspor, Brahmos dibatasi memiliki daya jangkau sepanjang 290 km demi mematuhi aturan internasional. 

Mengenai implementasi taktisnya, Cofounder Institute for Security and Strategic Studies, Khairul Fahmi memberikan analisisnya.

Kehadiran Rudal Brahmos membawa perbedaan kemampuan yang signifikan bagi pertahanan maritim Indonesia. 

Arsenal antikapal yang saat ini dimiliki TNI mayoritas masih berada dalam kategori subsonic. 

Rudal Exoket Prancis serta rudal C802 dan C705 Cina memiliki kecepatan jelajah sekitar maah 0,9.

Jarak jangkau maksimal dari ketiga rudal tersebut berada di angka 180 km.

Khairul Fahmi menjelaskan kecepatan tinggi Brahmos otomatis memotong waktu reaksi sistem pertahanan udara musuh. 

Musuh akan sangat sulit mendeteksi, melacak, dan mencegat rudal sebelum menghantam target. 

Selain itu, kecepatan Mah 3 menghasilkan energi kinetik yang sangat besar saat benturan terjadi. 

Halaman Selanjutnya
img_title